Dari Surabaya Tembus Silicon Valley: ‘Cenayang’ Penjinak Api Ciptaan Mahasiswa ITS Siap Guncang Amerika!
Surabaya | JATIMONLINE.NET,- Ancaman senyap dari instalasi listrik yang bermasalah kerap kali berujung pada bencana kebakaran dahsyat, merugikan ribuan rumah maupun pabrik industri. Berangkat dari keresahan inilah, sekawanan mahasiswa brilian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meracik sebuah mahakarya penyelemat nyawa bernama Hi-VITS. Terobosan mutakhir ini dirancang khusus untuk ‘mengendus’ bibit-bibit petaka listrik jauh sebelum percikan api membesar.
Berbeda dengan pengaman listrik konvensional berbentuk semacam MCB yang baru bereaksi ketika arus berlebih atau korsleting telanjur terjadi, Hi-VITS bekerja dengan tingkat kepekaan yang jauh lebih tinggi. Alat pintar ini sanggup melacak keberadaan arc condition atau lompatan busur listrik. Fenomena anomali inilah yang sering kali menjadi biang kerok kebakaran karena wujudnya sangat sulit dideteksi oleh sistem keamanan standar.
Rahasia utama dari kehebatan sistem ini terletak pada konsep alarm pencegahannya. Salah satu kreatornya, Ananda Aullia Nayaka, menuturkan bahwa Hi-VITS memosisikan diri sebagai asisten cerdas bagi pemilik bangunan.
“Alih-alih mematikan listrik secara mendadak yang bisa mengganggu produktivitas, alat ini akan membunyikan ‘lonceng’ peringatan lebih dulu. Pemilik gedung jadi punya jeda waktu emas untuk membenahi masalah. Eksekusi pemutusan arus secara sepihak baru akan berjalan jika mesin mendeteksi kondisinya sudah masuk level kritis,” papar Ananda.
Hebatnya lagi, proyek ini tidak hanya berkutat di laboratorium teknik. Dikomandoi oleh Khoirul Anam, mahasiswa Magister Teknik Elektro ITS, skuat ini merangkul talenta dari berbagai disiplin ilmu lintas jurusan. Mereka sadar betul bahwa produk secanggih apa pun akan sia-sia jika tidak ramah pasar. Oleh karena itu, penggodokan strategi komersial dan validasi bisnis menjadi menu wajib bagi tim ini agar karya mereka bisa diimplementasikan secara massal.
Kolaborasi apik lintas jurusan ini digawangi oleh Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari rumpun Teknik Elektro; dipadukan dengan pemikiran Alzena Cheiryl Violney dari Teknik dan Sistem Industri; serta Ananda Aullia Nayaka dari Inovasi Digital.
Kerja keras otak-otak cemerlang ini akhirnya terbayar tuntas. Karya mereka sukses menyabet takhta juara di ajang bergengsi Startup World Cup (SWC) Regional Malang 2026. Kemenangan ini bukan sekadar piala tambahan di lemari kampus, melainkan tiket emas menuju panggung inovasi terbesar di planet ini. Pada bulan November mendatang, delegasi ITS ini akan terbang melintasi benua untuk mengibarkan bendera Indonesia di kiblat teknologi dunia: Silicon Valley, Amerika Serikat.
Keberhasilan ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa perguruan tinggi Tanah Air mampu melahirkan solusi konkrit tingkat dunia demi mewujudkan infrastruktur masa depan yang cerdas, aman, dan berkesinambungan. (man).


Tinggalkan Balasan