Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Kegiatan Local Upgrading Lembaga Ekonomi Desa Luwuk dan Sladi, Kecamatan Kejayan, digelar di Balai Desa Sladi pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi upaya penguatan kapasitas pengelola BUMDes dan KDMP dalam menghadapi tantangan usaha di tingkat desa.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dimoderatori oleh Jantung Ardilla dari BUMDes Sladi. Narasumber M. Khoiron menyampaikan materi bertema business plan dengan fokus pada inovasi usaha serta strategi mengatasi kerugian.

Dalam pemaparannya, Khoiron menekankan pentingnya perencanaan bisnis yang matang serta tata kelola kelembagaan yang baik. “Pencatatan keuangan harus tertib agar kondisi usaha bisa dipantau secara jelas dan tidak berjalan tanpa arah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan unit usaha BUMDes harus berbasis data, mulai dari modal, biaya operasional hingga pendapatan. Menurutnya, evaluasi berkala menjadi kunci agar usaha tetap berjalan sehat di tengah dinamika pasar.

Peserta tampak aktif dalam sesi diskusi. Salah satunya Dila dari Desa Sladi yang menyampaikan kendala usaha telur puyuh yang mengalami penurunan harga, serta unit usaha penyewaan ruko yang belum berkembang optimal. Menanggapi hal tersebut, narasumber kembali menegaskan pentingnya evaluasi bisnis secara menyeluruh.

“Semua harus dicatat, mulai dari biaya hingga hasil, supaya kita tahu posisi usaha sedang untung atau justru merugi,” tegas Khoiron dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan studi lapang ke kandang ayam petelur milik BUMDes Luwuk pada siang hari. Peserta berangkat bersama dan tiba di lokasi untuk melihat langsung pengelolaan kandang serta sistem usaha yang dijalankan.

Dalam sesi berbagi pengalaman, Kepala Desa Luwuk, Rifai, menjelaskan perjalanan panjang usaha ayam petelur yang telah dirintis sejak 2012. “Kami membangun dari nol, termasuk menjalin kemitraan dan memperbaiki manajemen kandang agar usaha ini bisa bertahan dan berkembang,” ungkapnya.

Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta, Ibu Imun, menceritakan tantangan yang dihadapi, termasuk insiden perusakan kandang yang menyebabkan ayam stres dan harus diafkir lebih awal. Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan pentingnya kemitraan bagi pengelola usaha yang belum berpengalaman agar mendapatkan pendampingan teknis yang memadai.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini merupakan bagian dari Program DEFA yang didukung oleh PT HM Sampoerna Tbk bersama STAPA Center dalam rangka memperkuat ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan usaha produktif.

Direktur STAPA Center, Agus Rohmatulloh, menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengelola lembaga ekonomi desa di Kabupaten Pasuruan. Ia juga menegaskan bahwa Program DEFA telah dilaksanakan di 20 desa di wilayah tersebut. “Kami berharap kegiatan ini bisa memperkuat kemampuan pengelola desa dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan, serta kami mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan,” ujarnya. (min).