Dua Kebakaran Besar di Malang, Damkar Berpacu dengan Waktu hingga Dini Hari
Malang | JATIMONLINE.NET,- Malam panjang penuh ketegangan menyelimuti Kabupaten Malang saat dua kebakaran besar terjadi beruntun dalam waktu kurang dari dua jam, Selasa malam hingga Rabu dini hari (28–29/7/2026). Sebuah rumah di Kecamatan Lawang dan kandang ayam di Kecamatan Wonosari sama-sama dilalap api. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, total kerugian diperkirakan mencapai Rp2,65 miliar.
Peristiwa pertama yang menyita perhatian terjadi di Desa Bumirejo, Kecamatan Wonosari. Sekitar pukul 21.45 WIB, penjaga kandang ayam berukuran 10 x 100 meter mulai mencurigai kepulan asap yang muncul dari bagian bawah bangunan. Tak berselang lama, api langsung membesar, diperparah hembusan angin yang cukup kencang.
“Awalnya terlihat asap dari bawah, kemudian api cepat sekali membesar. Dugaan sementara berasal dari tungku oven pemanas berbahan bakar briket arang,” ujar Andrianto dari Regu 2 Damkar Kabupaten Malang.
Petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan dengan kekuatan empat unit mobil dan 11 personel dari Mako Malang dan Kepanjen. Tim tiba di lokasi pukul 22.18 WIB dan harus berjibaku melawan api selama lebih dari empat jam.
“Api baru bisa benar-benar dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB. Prosesnya cukup sulit karena bangunan panjang dan material mudah terbakar,” tambahnya.
Kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.
Sementara itu, saat tim Damkar masih berjibaku di Wonosari, laporan kebakaran lain masuk dari wilayah Kecamatan Lawang. Sebuah rumah milik Samporno di Perum Bedali Indah, Jalan Cengger Ayam, dilaporkan terbakar sekitar pukul 22.40 WIB.
Rumah berukuran 6 x 10 meter tersebut dalam kondisi kosong dan terkunci saat api mulai melahap bagian atap. Warga sekitar menjadi pihak pertama yang menyadari kejadian tersebut.
“Warga melihat percikan api dari atap, lalu dalam waktu singkat api langsung membesar. Laporan kami terima pukul 22.45 WIB,” kata Andrianto.
Tim Damkar bergerak cepat dan tiba di lokasi pukul 23.00 WIB. Dengan dukungan satu unit mobil pemadam dan tiga personel, serta bantuan dari Polsek, Koramil, Redkar, hingga tenaga medis, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.55 WIB.
“Dugaan sementara kebakaran rumah ini akibat korsleting listrik,” jelasnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta.
Dua kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada instalasi listrik dan penggunaan alat pemanas di area tertutup. (den).


Tinggalkan Balasan