Atasi Dampak Corona, Disnaker Provinsi Jatim Turun Ke Desa, Adakan Pelatihan Produktifitas Usaha

  • Bagikan
Kepala UPT Balai Latihan Pengembangan Produktifitas Tenaga Kerja Surabaya, Erna Wurjanti, ST., MM.,(tengah, bersama Camat Purwosari)

Pasuruan,- Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, melalui UPT Balai Latihan Kerja Pengembangan Produktifitas Tenaga Kerja Surabaya kembali mengadakan pelatihan produktifitas kerja.

Kali ini, pelatihan itu bertepatan dengan pandemi corona. Pelatihan produktifitas kerja dihelat di balai desa di beberapa desa di Kecamatan Purwosari. Pada Senin, 3 Agustus 2020 seremoni pembukaan pelatihan itu ruang Balai Desa Martopuro, Purwosari, Pasuruan.

Menurut Erna Wurjanti, Kepala UPT Balai Pelatihan Pengembangan Produktifitas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, program pelatihan produktifitas tenaga kerja ini adalah sebenarnya program dari Kementrian Tenaga Kerja yang turun ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur.

“Dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi terus turun ke UPT Balai Pelatihan ini. Sebenarnya ini adalah program tahunan. Hanya saja sekarang ketepatan pas pandemi Corona. Jadi program pelatihan ini diprioritaskan bagi korban terdampak Corona yang kehilangan pekerjaan atau yang mengalami PHK atau dirumahkan,” terang Erna Wurjanti.

Erna Wurjanti menegaskan, meski prioritas bagi peserta pelatihan ini adalah bagi yang terdampak Corona, tetapi peserta pelatihan itu juga dikususkan bagi orang yang telah memulai usaha.

“Jadi pelatihan ini sifatnya pengembangan. Tetapi arahnya ke produktifitasnya. Bukan pada skil produksinya. Patihan ini lebih mengarah ke manajemen. Juga bagaimana cara mengelola keuangan usaha. Tetap ya ada lah membekali materi para usawahan supaya tidak mudah menyerah dalam berwirausaha,” jelas Erna Wurjanti.

Sementara itu H. Salim Hariadi, wirausaha Susu Kedelai yang juga pengurus Organisasi Satria Emas, menuturkan kalau peserta program pelatihan produktifitas usaha ini dimulai dari pendataan UKM di desa oleh Kepala Desa.

“Setelah didata oleh kepala desa, dicek izin izinnya, PIRTnya, terus didaftarkan ke UPT Balai Pelatihan ini untuk diajuakn program pelatihan,” terangnya.

Masriati Simarmata, ILK Pratama Mgt. Produktivitas UPT Balai Pelatihan Prodyktivitas Tenaga Kerja Surabaya, saat mengisi pelatihan di Balai Desa Martopuro, Purwosari.

Pendataan UKM oleh Kepala Desa tersebut, lanjut Salim, juga dibantu oleh Organisasi Satria Emas, Organisasi yang menangani UKM yang dibentuk oleh Bupati Pasuruan.

“Jumlah pesarta pelatihannya 20 orang. Saat ini pelatihan diadakan di dua desa. Yaitu Martopuro dan Pager, Kecamatan Purwosari,” terang Salim.

Sementara itu, Masniati Simarmata, ILK Utama Pratama Mgt. Produktivitas pada UPT Balai Pelatihan Produktivitas Tenaga Kerja, yang ditunjuk sebagai Nara sumber pelatihan itu mengatakan betapa pentingnya materi pelatihan produktivitas ini bagi UMKM.

Menurut Masni, panggilan akrab Masniati Simarmata, jika produktivitasnya UKM itu bagus, maka penjualan hasil produksi UKM itu juga bagus.

Masni mendefinisikan Produktivitas dalam usaha ditinjau dari manajemen adalah efisiensi, efektifitas dan kualitas. Efisiensi adalah melaksanakan sesuatu dengan benar. “Berarti ada SOP (Standar Operasional Prosedur) setiap pekerjaan kita,” terangnya.

Sedangkan efektifitas, lanjutnya, melakukan sesuatu dengan tepat. Tepat waktu, tepat jumlah dan tepat mutu.

“Sedangkan kualitas berarti setiap pribadi atau produk yang kita ciptakan itu bisa memuaskan pelanggan. Dengan produk yang bisa memuaskan pelanggan itu menjadikan produk kita akan laku dipasaran,” terangnya. (mnr).

  • Bagikan