Lamongan | JATIMONLINE.NET,- Seorang anak berinisial AFA (9), warga Dusun Ketintang, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Sabtu (4/4/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB, setelah proses pencarian hari kedua yang berlangsung kurang lebih 3,5 jam. Jasadnya ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi awal kejadian.

“Korban ditemukan sekitar 30 meter dari titik awal tenggelam, mengarah ke utara,” ujar M Hamzaid.

Sejak pagi hari, tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, BPBD, relawan, serta warga setempat telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. Upaya pencarian dilakukan menggunakan perahu karet serta peralatan pendukung lainnya.

Proses pencarian dipimpin oleh Kapolsek Laren, Witono Hariadi, dengan membagi area pencarian ke beberapa titik, mulai dari lokasi korban dilaporkan tenggelam hingga ke arah hilir.

Selain tim resmi, warga sekitar juga turut membantu proses pencarian dengan menggunakan perahu tradisional dan memantau area tepian sungai.

Hamzaid menjelaskan bahwa pencarian sempat dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang cukup terik. “Sempat dihentikan karena panas, lalu dilanjutkan kembali sampai akhirnya korban ditemukan,” katanya.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ada luka,” tambahnya.

Petugas sebelumnya melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pencarian, termasuk memanuver aliran air guna menciptakan gelombang. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil.

“Korban tidak ditemukan dengan jaring atau alat tangkap, tapi muncul sendiri ke permukaan,” jelas Hamzaid.

Diketahui, AFA merupakan siswa kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah. Sebelum kejadian, ia sempat berpamitan kepada ibunya untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya di lapangan desa setempat. (sal).