Galang Dukungan Kiai Kampung, GUS ALI SIAP MENANGKAN PASANGAN BHS – TAUFIQ

  • Bagikan
Gus Ali memberikan sambutan dalam acara Silaturrahmi & Istighotsah, Kiai & Bu Nyai Kampung dengan BHS – Taufiqulbar

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Suara terbang hadrah itu memecah keheningan malam, di Desa Keper, Krembung. Di desa yang biasanya sepi karena posisinya yang bersebelahan dengan sungai diujung desa itu, kini nampak ramai. Iringan suara terbang itu terasa mendayu-dayu membawa suasana riang gembira dan semangat kekeluargaan.

Semangat kegembiraan karena dimalam itu, jum’at, 10 Oktober 2020, tepat setelah melaksanakan sholat jama’ah isyak, sekumpulan warga nahdliyin Kecamatan Krembung menyambut kedatangan sang calon bupati piliham mereka, Bambang Haryo Sukartono (BHS) – Taufiqulbar.

Diidingi bacaan sholawat, para tokoh dan Kiai di Kecamatan Krembung, yang tergabung dalam Forum Kiai & Bu Nyai Kampung ini menyambut kedatangan BHS – Taufiqulbar. Tepat ketika BHS – Taufiq sampai dihalaman Mushollah dan Majlis Taklim itu, para Kiai itu melakukan prosesi acara mengalungkan serban kepada BHS – Taufiqulbar. Suasana harupun pecah. Malam yang seharusnya sepi itu, kini meriah dengan iringan bacaan Sholawat Nabi dan iringin terbang hadrah. Saat BHS – Taufiq memasuki ruang acara, para awak media dan kru media center BHS – Taufiq berusaha mengambil gambar dan video.

“Saya sebenarnya merasa berlebihan ya disambut dengan dikalungi surban oleh para Kiai di Kecamatan Krembung ini. Tapi karena ini bagian dari prosesi acara, ya sudah saya terima. Dan sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan,” ucap BHS merendah, saat membuka acara “Silaturrahmi & Istighotsah, Kiai & Bu Nyai Kampung bersama BHS – Taufiqulbar di Kecamatan,” bertempat di Majlis Taklim milik Ustadz H. Muhammad Suyanto, di Desa Keper, Krembung, Sidoarjo.

Hadir dalam acara tersebut, Ustadz H. M. Suyanto, pemilik Majlis Taklim yang juga Ketua MWC NU Krembung, Gus Ali (Muhammad Ali) dan jajaran pengurus ranting NU dan pengurus MWCNU Kecamatan Krembung.

Dalam sambutannya, Gus Ali mengucapkan terima kasih kepada warga nahdliyin, para Kiai dan Tokoh masyarakat Krembung yang hadir pada acara tersebut. Dengan dukungan para Kiai & Bu Nyai kampung, Gus Ali mengajak hadirin yang hadir untuk bersama-sama memenangkan Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, BHS – Taufiqulbar.

Sementara dalam perkenalannya, Taufiqulbar, Calon Wakil Bupati Sidoarjo memperkenalkan dirinya bahwa ia adalah bagian dari keluarga besar NU Sidoarjo.

“Saya ini menantunya H. Maskur Rois, mantan Bendahara NU Sidoarjo, yang juga salah satu tokoh pendiri Rumah Sakit Islam Siti Hajar. Mbah saya itu (dulu) Ketua MWC NU Sedati. Sedangkan saya juga cucu keponakan KH. Husein Ilyas, Karangnongko, Mojokerto,” ujar Taufiqulbar mengenalkan diri.

Dalam kesempatan itu, Taufiq menerangkan soal pentingnya menambah jumlah lembaga pendidikan MI (Madrasah Ibtidaiyah) di Kabupaten Sidoarjo. Taufiq menegaskan, sebagai kota santri, Sidoarjo harus menambah jumlah MI yang selama ini dirasa dirinya masih kurang.

227 MI yang ada di Sudoarjo, menurut Taufiq, adalah jumlah yang masih sedikit jika dibandingkan jumlah desa dan kelurahan sebesar 367 se Kabupaten Sidoarjo. “Kalau nanti kami terpilih menjadi Bupati & Wakil Bupati Sidoarjo, kami akan menambah jumlah MI yang ada di Sidoarjo. Bukan hanya jumlah, kami juga akan menaikkan insentif guru MI yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Taufiq yang disambut tepuk tangan oleh hadirin.

Hasilkan Kesepakatan Sejahterakan Masyarakat Sidoarjo dan Peningkatan Kualitas MI dan Guru TPQ

Ustadz H. M Suyanto, Ketua Forum Kiai Kampung Sidoarjo, yang juga Ketua MWC NU Krembung bersama BHS – Taufiq menunjukkan surat kesepakatan

Sementara itu, BHS, seperti biasanya, kembali memaparkan visi, misi dan program kerjanya dalam pilkada Sidoarjo ini. Dalam kesempatan itu, BHS menuturkan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia warga masyarakat Kabupaten Sidoarjo.

Untuk meningkatkan kualitas SDM anak usia sekolah, BHS merencanakan program makan ikan gratis dan minum susu gratis tiap minggu untuk anak sekolah.

“Kalau saya nanti terpilih jadi Bupati Sidoarjo, saya akan melakukan progran makan ikan dan minum susu gratis untuk anak sekolah, meningkatkan kualitas SDM yang handal bagi anak sekolah,” ujar BHS yang disambut tepuk tangan peserta.

Saat ini, lanjut BHS, jumlah puskemas di Kabupaten Sidoajo masih jauh dari memadai. Secara jumlah masih kalah jauh dengan Kabupaten Banyuwangi. Dari jumlah penduduk kurang lebih 2,3 juta, Sidoarjo hanya mempunyai 26 puskesmas, yang idealnya adalah 71 puskesmas.

“Jumlah puskesmas harus ditambah untuk mengurangi angka stunting atau gizi buruk bagi anak, yang ada di Kabupaten Sidoarjo,“ jelas BHS.

Dalam sesi tanya jawab, empat orang penanya yang tak lain adalah jajaran Pengurus Ranting NU di Kecamatan Krembung, mengungkapkan harapannya agar BHS – Taufiq meningkatkan kualitas lembaga pendidikan MI, TPQ atau Madrasah di Kecamatan Krembung khususnya, dan Sidoarjo pada umunya.

“Kita juga berharap Pak BHS – Taufiq, jika nanti terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sidoajo, juga meningkatkan gaji guru MI, TPQ dan guru Madrasah Diniah di Kabupaten Sidoarjo, ujar salah satu penanya,” yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dijung acara, panitia penyelanggara mengajukan kesepakan dengan BHS – Taufiq yang dibacakan didepan audien. Dalam momen pengajuan kesepakatan itu, panitia penyelenggara menerangkan, akan berjuang bersama-sama jaringan nahdliyin, pengurus NU ditingkat ranting, juga Muslimat NU se Kabupaten, menggalang dukungan suara di Sidoarjo untuk kemenangan BHS – Taufiq.

Setelah menandatangani kesepakatan, BHS – Taufiq mempersilahkan awak media dan panitia untuk mengabadikan momen penting itu untuk megambil foto.

Beberapa kesepakatan dalam forum itu adalah :

  1. BHS – Taufiq siap memperjuangkan lahir batin untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo, dibidang pendidikan, secara kuantitatif dan kualitatif dengan pembangunan madrasah baru, dan peningkatan gaji guru Madrasah, TPQ dan guru ngaji.
  2. Komitmen BHS – Taufuq dalam bidang ekonomi dengan membuka kesempatan seluas luasnya lapangan kerja bagi masyarakat ekonomi lemah, janda, warga yang kurang mampu, muslimat, serta kebijakan yang pro UMKM.
  3. Pedan serta yang aktif Kyai kampung dan Muslimat didalam pembangunan mental dan spiritual di masyarakat dengan program-program pemerintah.
  4. Berkomitmen melanjutkan pembangunan kantor MWC NU Krembung.
  5. Berkomitmen akan mengajak Muslimat perdesa 1 bus, untuk diberangkatkan ke Wali 5, dan 1 ekor kambing sebagai ungkapan rasa syukur. (mnr).
  • Bagikan