Probolinggo | JATIMONLINE.NET, Warga Probolinggo sempat dihebohkan oleh video ambulans yang dikabarkan hampir masuk jurang saat mengantar jenazah di jalur ekstrem wilayah Gading. Isu ini menyebar cepat di media sosial dan memicu kekhawatiran. Namun, fakta sebenarnya tak seperti yang ramai diberitakan.

Teguh, sang sopir ambulans dari RS Rizani Paiton, langsung membantah kabar tersebut. “Bukan jurang, hanya roda depan kiri yang sempat masuk parit kecil,” ujarnya ketika dikonfirmasi pada Kamis (24/7/2025). Ia menegaskan bahwa kendaraan tidak dalam kondisi berbahaya.

Insiden itu terjadi saat Teguh tengah mengantar jenazah menuju Desa Plaosan, Kecamatan Krucil. Dalam perjalanan, ia melewati jalur sempit dan menanjak di kawasan Desa Prasi, Kecamatan Gading. Saat itu, kondisi jalan sangat gelap dan curam, membuat kendaraan kesulitan naik hingga harus mundur perlahan.

“Waktu saya mundur untuk cari tanah yang lebih rata, saya nggak sadar ada parit di sisi kiri. Paritnya ketutup rumput, jadi nggak kelihatan,” jelas Teguh. Ia pun mengaku terkejut ketika roda depan ambulans tiba-tiba terperosok.

Meski sempat tertahan beberapa menit, warga sekitar langsung sigap membantu evakuasi ambulans bernomor polisi N 9602 NN tersebut. Tak butuh waktu lama, kendaraan berhasil ditarik dan kembali melanjutkan perjalanan tanpa kendala berarti.

“Mobilnya nggak terguling, nggak rusak sama sekali,” tegas Teguh menepis isu yang beredar. Menurutnya, pemberitaan yang menyebut ambulans hampir jatuh ke jurang telah dibesar-besarkan.

Sebelumnya, video kejadian ini ramai dibagikan di media sosial dan menyebut lokasi berada di jalur Mandala, penghubung Desa Duren dan Desa Renteng, Kecamatan Gading. Warganet pun sempat berspekulasi dan menyalahkan pihak rumah sakit atas kejadian itu.

Namun, klarifikasi dari sopir membuka fakta sebenarnya. Kejadian ini hanyalah insiden ringan yang tidak mengganggu proses pengantaran jenazah. “Kalau cuma masuk parit kecil, nggak perlu lebay-lah,” tutup Teguh. (sin/cntr).