Mengenal Lebih Dalam Reog Sebagai Kesenian Asli Indonesia

  • Bagikan

Ponorogo | JATIMONLINE.NET,- Salah satu kesenian yang khas yang ada di Jawa Timur adalah Reog. Reog berasal dari Ponorogo. Kesenian yang menjadi kebanggan warga Ponorogo ini bukan hanya terkenal di Jawa Timur, tapi sudah mulai mendunia. Bahkan pernah memantik suhu panas hubungan antara Indonesia dengan negara Tetangganya yaitu Malaysia, yang pernah meng klaim bahwa itu adalah budaya mereka.

Kali ini redaksi mengulas salah satu seni kebaggaan yang bukan hanya dirasakan warga Ponorogo dan Jawa Timur ini, tapi sudah menjadi kebanggaan Negara Indonesia. Mari kita simak detailnya.

Pintu Gerbang Ponorogo

Di tempat asalnya Reog telah menjadi bukan saja kebanggaan warganya, akan tetapi sudah menjadi ikon dari Ponorogo. Hal itu bisa dilihat dari gerbang masuk kota Ponorogo yang berhias Reog.

Meskipun Reog identik dengan topeng berwujud singa, tapi sebenarnya Reog mempunyai banyak penari dengan berbagai peran sebagai tokoh yang berbeda-beda. Adapun siapa saja tokoh-tokoh yang ada dalam kesenian Reog, mari kita simak satu persatu :

1.Warok.
Warok sebenarnya berasal dari kata wewarah, orang yang memiliki tekad yang suci, dan selalu memberikan contoh, tauladan dan perlindungan. Bagi pemeran Warok diharuskan memiliki ilmu bela diri disertai ilmu kebatinan yang tinggi.

2. Jathil.
Tokoh yang selanjutnya ini merupakan prajurit berkuda yang biasanya melakukan tarian jathilan, tarian itu menggambarkan ketangkasan dan keahlian prajurit dalam berkuda. Pada awalnya, penari Jathil diperankan oleh laki-laki tampan dengan laku yang halus serta lembut. Tiap gerakan yang dilakukan cenderung feminim. Saat ini, sejak tahun 1980-an tepatnya, peran ini kemudian dalam prakteknya lebih banyak digantikan para penari perempuan.

3. Bujang Ganong.
Toko ini biasa juga disebut Patih Pujangga Anom yang biasanya dibawakan anak kecil dengan kemampuan bela diri dan karakter yang energik tapi kocak. Tokoh Bujang Ganong biasanya adalah tokoh yang digemari penonton anak-anak.

4. Klono Sewandono.
Selanjutnya adalah tokoh seorang raja yang sakti dan memiliki pusaka berbentuk cemeti atau cambuk. Tokoh Klono Sewandono adalah karakter raja yang gagah, penuh dengan wibawa.

5. Singo Barong.
Tokoh yang satu ini sering menjadi simbol utama kesenian Reog. Merupakan tokkoh penari dengan kepala singa yang berhiaskan bulu Merak. Dalam kesenian Reog Tokoh ini adalah Pemeran terakhir dan yang paling dinanti. Topeng dengan berat kurang lebih 50-60 kg diyakini tidak mungkin mampu dilakukan orang biasa. Tokoh pemeran Singo Barong diyakini harus menjalani ritual khusus, seperti tapa serta puasa agar memiliki kekuatan itu.

Dibalik berbagai cerita yang diyakini sebagai asal muasal Reog, salah satunya adalah, bahwa Reog diyakini sebagai bentuk pemberontakan Ki Ageng Kutu Suryongalam pada Bhre Kertabhumi yang merupakan raja terakhir Kerajaan Majapahit. Ki Ageng Kutu Suryongalam melakukan kritik melalui kesenian Reog karena melihat sang raja yang mudah dipengaruhi sang istri yang berdarah asli Tiongkok. Dan saat itu pemerintahan dianggap korup dan membuat kehidupan rakyat lenih sengsara.

Melihat kondisi itu Ki Ageng Kutu Suryongalam pergi dari kerajaan, kemudian mendirikan perguruan bela diri. Ki Ageng Kutu Suryongalam selanjutnya menciptakan Reog dengan tujuan melakukan sindiran kepada raja. Ki Ageng Kutu Suryongala membuat tokoh Bujang Ganong sebagai simbol dirinya, singo barong sebagai raja, jathil sebagai bala tentara kerajaan, akan tetapi tak memiliki kekuatan.

Dalam perjalanannya, Reog kemudian menjadi kesenian yang cukup populer di mata rakyat. Bhre Kertabhumi, sang raja, mengetahui kenyataan itu murka dan memerintahkan untuk bubarkan perguruan yang telah didirikan Ki Ageng Kutu Suryongalam itu. Akan tetapi, para murid Ki Ageng Kutu Suryongalam tetap melanjutkan pagelaran kesenian Reog. Reog telah mendapat tempat di hati rakyat, pada akhirnya raja memperbolehkan pertunjukan reog dengan syarat jalan ceritanya harus dirubah.

Tentu masih ada cerita lain tentang asal muasal kesenian Reog. Karena cerita yang selama ini ada merupakan cerita rakyat yang kebenarannya belum dibuktikan secara ilmiah.

Yang pasti Kesenian Reog adalah warisan budaya luar biasa, sebuah kesenian yang tak hanya mengundang decak kagum rakyat di tempat asalnya, tapi telah membuat dunia terpana. (red/berbagai sumber).

  • Bagikan