Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-75, Taufiqulbar Lakukan Napak Tilas Ke Rumah Leluhurnya, Ruslan Abdul Ghani

  • Bagikan
Taufiqulbar menunjukkan foto Ruslan Abdul Ghani

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Siapa yang tidak kenal Ruslan Abdul Ghani? Hampir semua warga negara Indonesia mengetahuinya. Ruslan Abdul Ghani adalah salah satu dari sekian tokoh bersejarah di Indonesia. Lahir di Surabaya, 24 November 1914, Ruslan Abdul Ghani adalah tokoh pergerakan Indonesia.

Tahun 1958 Ruslan Abdul Ghani menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Saat menjadi menteri di Tahun 1964 Ruslan Abdul Ghani juga menjadi Rektor pertama kali di Institut ilmu Keguruan Ilmu Pendidikan. Sekarang Uni ersitas Pendidikan Indonesia. Tahun 1967, Ruslan Abdul Ghani menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk PBB. Dan banyak lagi jabatan serta sejarah perjalanan hidup Ruslan Abdul Ghani.

Ruslan Abdul Ghani meninggal pada 29 Juni 2005, ketika itu usianya 90 tahun. Singkat cerita, Ruslan Abdul Ghani itu adalah masih bagian dari leluhur Taufiqulbar, warga Sidoarjo yang kini lagi ramai diberitakan banyak media, yang akan mencalonkan sebagai Wakil Bupati Sidoarjo.

Ayah Ruslan Abdul Ghani adalah Abdul Ghani, asalnya dari Yaman. Ruslan Abdul Ghani mempunyai saudara, Husein Abdul Ghani. Nah dari Husein Abdul Ghani inilah silsilah kekeluargaannya Taufiqulbar.

Husein Abdul Ghani mempunyai anak Hj. Muslihah dan KH. Ilyas. Hj. Muslihah mempunyai anak Hj. Badriyah dan H. Abdul Wahab (pemilik KBIH Almabruro Sidoarjo). Hj. Badriyah mempunyai anak Khulaim Junaidi dan Taufiqulbar. Sedang KH. Ilyas mempunyai anak KH. Husein Ilyas.

Setiap tanggal 17 Agustus Taufiqulbar berkunjung ke rumah Ruslan Abdul Ghani di jalan Plampitan VIII, Peneleh Surabaya. Kali ini Taufiqulbar melakukan Napak Tilas tanggal 17 Agustus 2020 di rumah Ruslan Abdul Ghani.

Taufiqulbar melakukan Napak tilas ke rumah Ruslan Abdul Ghani bukan semata mata karena Ruslan Abdul Ghani yang masih leluhurnya, tetapi karena ada jasa besar yang dilakukan Ruslan Abdul Ghani yang perlu untuk dipelajari jejak sejarahnya.

“Setiap momen tujuh belasan aku selalu berkunjung ke rumah buyutku. Kali ini adalah bagian Napak tilas. Ada riwayat perjalanan hidup Ruslan Abdul Ghani yang perlu diteladani. Kaitannya soal kegigihannya berjuang dalam mengusir penjajah di Indonesia,” terang Taufiq. (mnr).

  • Bagikan