STAPA Center Luncurkan Program DEFA di Probolinggo, Dorong Ketahanan Pangan dari Desa
Probolinggo | JATIMONLINE.NET,- Dalam upaya mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo, Social Transformation and Public Awareness Center (STAPA Center) menggelar sosialisasi Program Development Efficient Food Agriculture (DEFA), pada 9 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Tengger Pemkab Probolinggo ini dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari stakeholder dan calon penerima manfaat program.
Program DEFA merupakan inisiatif yang didukung penuh PT HM Sampoerna Tbk melalui payung program Sampoerna Untuk Indonesia, dengan STAPA Center sebagai mitra pelaksana. Dalam sambutannya, Manajer Program STAPA Center, J. Lutfi, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari pentingnya memperkuat ketahanan pangan nasional yang juga menjadi bagian dari Asta Cita pemerintah. Menurutnya, kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan lembaga ekonomi desa seperti BUMDesa, KDMP, dan UMKM desa sebagai ujung tombak penguatan ekonomi dari tingkat bawah.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyambut baik kehadiran program ini dan berharap dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya para penerima manfaat. Wakil Bupati Probolinggo, H. Fahmi Abdul Haq Zaini, S.Ag., S.Kom, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. “Kami berharap dukungan ini akan dapat turut memperkuat ekonomi desa kita sehingga upaya membangun ekonomi dari bawah dapat tercapai,” ujarnya.
Lebih lanjut, J. Lutfi menambahkan bahwa program DEFA akan berlangsung selama tujuh bulan dan menyasar enam kabupaten di Jawa Timur, termasuk Probolinggo, serta dua kabupaten di Jawa Tengah. Di setiap kabupaten, sebanyak 40 lembaga ekonomi desa akan mendapatkan pendampingan. Selain peningkatan kapasitas, program ini juga akan memfasilitasi kegiatan Jambore Usaha Lokal Desa pada akhir pelaksanaan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Salah satu peserta, Nuril Millati dari UMKM D’Paiton, menilai program ini menarik karena menggabungkan BUMDesa, KDMP, dan UMKM yang selama ini belum terhubung secara optimal. “Kebetulan saya UMKM, menurut saya program ini menarik, kendala kita ada di tingkat hilir atau pasar, saya berharap program ini juga memberikan dukungan terhadap akses pasar,” ungkapnya. Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam ini ditutup dengan sesi foto bersama pada pukul 15.35 WIB. (red).


Tinggalkan Balasan