Warga Curah Dukuh Datangi PT HANBIT di Kawasan PIER, Tuntut Hak Kerja yang Diabaikan
Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Warga Desa Curah Dukuh, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, mendatangi PT Hanbit Flavor & Fragrance yang berada di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Senin (20/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan meminta kepastian terkait rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tersebut.
Aksi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang belum menghasilkan kejelasan. Warga mempertanyakan komitmen perusahaan terkait peluang kerja bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi warga Curah Dukuh.
Selain itu, warga juga menyoroti nasib tenaga keamanan (security) yang telah bekerja sejak masa proyek. Mereka meminta agar para pekerja tersebut dapat diangkat menjadi karyawan tetap tanpa adanya pergantian.
Tidak hanya security, warga juga meminta kejelasan terkait tenaga cleaning service agar tidak mengalami pergantian secara sepihak. Mereka berharap pekerja yang sudah lama mengabdi tetap dipertahankan oleh perusahaan.
Tuntutan lain yang disampaikan adalah agar masyarakat Curah Dukuh mendapat prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja di PT Hanbit Flavor & Fragrance. Hal ini dianggap penting sebagai bentuk kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekitar.

Dalam pertemuan dengan manajemen, perwakilan warga yang masuk untuk berunding terdiri dari Safi’i, Kahar, Pakih, serta didampingi oleh Mulyanto sebagai pendamping warga.
Mulyanto menegaskan bahwa warga hanya menuntut kejelasan dan keadilan dari perusahaan. “Kami datang baik-baik untuk meminta kepastian. Warga hanya ingin diprioritaskan bekerja di lingkungan sendiri, dan pekerja lama tidak diganti begitu saja tanpa alasan jelas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika tuntutan tersebut tidak direspons secara serius, warga tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi lanjutan. “Kalau tidak ada kejelasan, kami siap turun aksi di depan perusahaan. Ini bentuk keseriusan warga memperjuangkan haknya,” tegas Mulyanto.
Sementara itu, pihak perusahaan yang diwakili oleh HRD, Marco, menyatakan akan mempertimbangkan seluruh permintaan yang disampaikan warga. Namun hingga saat ini, belum ada keputusan final yang disampaikan kepada masyarakat. (dar).


Tinggalkan Balasan