Takut Tertular Corona, Karyawan PT. Pakarti Riken Indonesia Sidoarjo Berharap Perusahaan Liburkan Semua Karyawan

  • Bagikan

Sidoarjo,- Kabar adanya karyawan PT. Pakarti Riken Indonesia (disingkat PT. Parin) Sidoarjo rupaya tidak banyak diketahui publik. Rupanya, pihak manajemen perusahaan tidak ingin kasus terpaparnya 5 karyawan PT. Parin yang beralamat di Gedangan Sidoarjo itu terekspos keluar. Soal kenapa pihak perusahaan kok tetap kekeh merahasiakan informasi terkait karyawannya yg terpapar covid-19, belum diketahui alasannya.

Salah seorang karyawan PT. Parin yang tidak mau disebut namanya memberikan kesaksian pada media ini kalau 5 karyawan Perusahaan yang bergerak dibidang pengecoran besi dan baja tersebut benar-benar terpapar covid -19.

“Setelah 5 karyawan terpapar covid-19, semua karyawan yang pernah berhubungan dengan 5 karyawan tersebut langsung di tracing. Semua karyawan juga di rapid tes paskah itu. Pengumuman terkait itu bahkan disampaikan dimasing-masing grup percakapan Whatsapp Grup (WAG) resmi karyawan perusahaan PT. Parin, dimasing-masing departemen di perusahaan,” terang karyawan PT. Parin yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Atas kejadian itu, lanjut sumber tadi, hampir semua karyawan PT. Parin merasa takut bekerja. Ia dan beberapa teman kerjanya menginginkan pihak perusahaan segera mengambil kebijakan meliburkan semua karyawan karena takut tertular covid-19.

“Kok heran saya, kenapa PT. Parin tidak meliburkan semua karyawannya. Padahal ketika karyawan PT. Sampoerna terpapar covid-19, perusahaan langsung meliburkan semua karyawan. Kok PT. Parin tidak meliburkan semua karyawannya. Heran saya,” terang karyawan PT. Parin yang tidak mau disebut namanya tadi menambahkan.

Soal 5 karyawan PT. Parin yang terpapar covid-19 itu, sumber tadi menambahkan, jika mereka sudah dikarantina untuk proses penyembuhan, di Rumah Sakit di daerah Indrapura Surabaya.

Sedangkan pihak perusahaan, melalui Ketua Gugus Tugas PT. Parin, Widodo, setelah beberapa kali media ini mengajukan pertanyaan melalui telpon selulernya tidak pernah dijawab.

Choirul Anam Ketua PUK SPL FSPMI PT. Parin, Gedanagan Sidoarjo

Sementara itu Choirul Anam, Ketua PUK SPL FSPMI (Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Serikat Pekerja Metal Indonesia) PT. Parin membenarkan kalau ada 5 karyawan terpapar covid-19 dan sedang dikarantina di RS di Indrapura Surabaya.

Anam, panggilan karib Choirul Anam ini menambahkan, kalau 5 karyawan PT. Parin yang terpapar covid-19 itu kini sudah negatif setelah diproses swab. “Namun mereka masih menunggu proses swab berikutnya. Posisi mereka masih dikarantina mandiri,” terangnya.

Anam menceritkan, soal penanganan Covid-19 dilingkungan perusahaan, PT. Parin bisa dibilang cukup baik. Sejak muncul pandemi covid-19, lanjutnya, pihak PT. Parin Gedangan Sidoarjo ini telah menjalankan protokol kesehatan, sesuai himbauan pemerintah.

Bebarapa penerapan protokol kesehatan itu, kata Anam, mulai dari poster himbauan, penyediaan hand sanitizer dibanyak tempat, screening suhu badan dan lain-lain. “Bukan hanya itu, tempat ibadah dan kantin di lokasi kerja PT. Parin juga diatur jaraknya supaya aman,” tutur Anam.

Anam menambahkan, pada bulan Mei pihak perusahaan juga mengeluarkan himbauan untuk pembatasan kerja dengan mengurangi hari kerja. Soal karyawan yang terpapar Corona penanganannya juga dibiayai oleh perusahaan.

Anam memberi kesaksian, Soal penangan covid-19 di perusahaan, Gugus Tugas Penaganan Covid-19 PT. Parin selalu berkordinasi dengan Serikat pekerja.

“Soal 5 karyawan PT. Parin yang terpapar covid-19 yang dikarantina di Rumah Sakit di Indrapura Surabaya kini sudah negatif. Sekarang nunggu swab berikutnya. Kini posisinya sudah karantina mandiri,” jelas Anam.

Melalui serikat pekerja ini, Anam menyampaikan aspirasinya ke Perusahaan dulu serta berharap pihak PT. Parin melockdown atau meliburkan semua karyawan, agar pemutusan penularan covid-19 di perusahaan benar-benar tuntas.

“Saat ini pihak perusahaan hanya meliburkan sebagian saja bagi karyawan yang dibagian tersebut terpapar covid-19. Adapun yang dibagian yang tidak ada yang terpapar covid-19, karyawan tetap kerja. Kami berharap pihak perusahaan meliburkan semua karyawan sementara, untuk mempercepat memutus rantai penyebaran covid-19 di PT. Parin, namun semua karyawan yang diliburkan sementara itu tetap dibayar penuh. Tetapi usulan yang kami sampaikan ke perusahaan ini masih bersifat lisan,” jelas Anam. (mnr).

  • Bagikan