Taufiqulbar Disambut Gembira, Pembacaan & Penanda Tanganan Komitmen Mewujudkan Sidoarjo Sebagai Kota Santri

  • Bagikan
Taufiqulbar, Kiai, Habaib dan puluhan warga nahdliyin di Rumah Makan Ganjaran Sidoarjo

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Penanda tanganan Komitmen Mewujudkan Sidoarjo Sebagai Kota Santri berlanjut. Kapan hari, penanda tanganan dilakukan oleh BHS di Taman Sidoarjo. Kini giliran Taufiqulbar yang membubuhkan tanda tangannya untuk membuktikan komitmennnya akan mewujudkan Sidoarjo sebagai Kota Santri manakala terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Penanda tanganan komitmen tersebut dilakukan di Rumah Makan Ganjaran Sidoarjo, pada Jum’at (20/11/2020), sore. Hadir dalam acara tersebut, KH. Habibul Mahbub, menantu KH. Khozin, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo. Habib Taufik, KH. Malik dan lain lain.

Para Kiai, Habaib dan puluhan warga nahdliyin yang berkumpul diacara tersebut menyambut gembira atas rampungnya penanda tanganan komitmen mewujudkan Sidoarjo Sebagai Kota Santri.

Penanda tanganan komitmen tersebut disambut gembira warga nahdliyin pendukung BHS – Taufiq, sebagai bukti bahwa kalau terpilih sebagai Bupati – Wakil Bupati Sidoarjo, senantiasa akan “mengajak” NU untuk berpartisipasi dalam mengisi pembangunan di Sidoarjo.

Acara seremonial pembacaan dan penandatanganan Komitmen Mewujudkan Sidoarjo Sebagai Kota Santri tersebut dimulai pukul 14.00 WIB. Diawali dengan iringan sholawat grup Albanjari dari Sidoarjo. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Hubbul Wathon, yang kini lagi semarak dikumandangkan di Indonesia, termasuk di Sidoarjo.

Ada 9 butir Komitmen Mewujudkan Sidoarjo sebagai Kota Santri tersrbut, yang penanda tangannya sangat dinanti oleh warga nahdliyin Sidoarjo.

Beberapa poin penting dari 9 butir komitmen Mewujudkan Sidoarjo sebagai Kota Santri tersebut adalah mewujudkan Sidoarjo sebagai kota santri yang ahli sunnah waljama’ah. Membangun peserta didik yang ahlaqul karimah dengan mewajibkan peserta didik dari sekolah swasta maupun negeri untuk menyisihkan waktu minimal 1 jam sebelum pelajaran dimulai, dengan membaca doa dan membaca alquran dan sholawat. Itu dimulai dari KH. Sholeh Qosim Sepanjang, hingga Habib Taufiq.

Memfasilitasi maqom aulia di Sidoarjo dengan sarana dan prasarana diantaranya adalah parkir untuk pengunjung. Memajukan pendidikan madrasah yang secara kuantitas bertambah dan secara kualitas berdaya saing meningkat dengan memperhatikan kesejahteraan guru madrasah, guru TPQ dan guru ngaji.

Serta memberikan beasiswa untuk siswa yang berprestasi dan yang tidak mampu. Juga memberikan beasiswa bagi santri yang hafidz Al-Quran. (mnr).

  • Bagikan