Jakarta | JATIMONLINE.NET,- Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi setelah Andrie menyelesaikan aktivitas perekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta. Podcast yang direkam saat itu mengangkat tema tentang remiliterisasi dan judicial review di Indonesia.

“Serangan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata,” kata Dimas dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun KontraS, insiden terjadi sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor miliknya di kawasan Jalan Salemba I menuju Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Di tengah perjalanan, dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekati korban dari arah berlawanan. Kendaraan yang digunakan pelaku diduga motor matic jenis Honda Beat keluaran sekitar tahun 2016 hingga 2021.

Menurut KontraS, kedua pelaku memiliki peran masing-masing. Satu orang mengemudikan motor, sementara satu lainnya duduk sebagai penumpang.

Ketika jarak sudah cukup dekat, penumpang motor tersebut tiba-tiba menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie Yunus.

“Cairan tersebut mengenai sebagian tubuh korban sehingga korban langsung berteriak kesakitan dan kehilangan kendali hingga menjatuhkan sepeda motornya,” ujar Dimas.

Setelah kejadian itu, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Sementara korban segera mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendapatkan perawatan medis.

Hasil pemeriksaan awal tim dokter menunjukkan bahwa Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya.

“Kondisi korban saat ini masih dalam penanganan intensif oleh tim medis,” kata Dimas.

Saat ini korban ditangani oleh beberapa dokter spesialis, mulai dari dokter mata, THT, saraf, tulang, hingga spesialis kulit dan organ dalam. Korban juga dijadwalkan menjalani tindakan medis pada bagian mata berupa operasi untuk mengganti jaringan membran amnion.

Ciri-ciri Pelaku

KontraS juga mengungkapkan ciri-ciri dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. Pengendara motor disebut mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.

Sementara pelaku yang menyiramkan cairan menggunakan masker atau penutup wajah berwarna hitam yang menutupi sebagian wajah. Ia mengenakan kaos biru tua dan celana panjang biru yang digulung pendek.

KontraS menegaskan bahwa tidak ada barang milik korban yang hilang dalam peristiwa tersebut, sehingga dugaan sementara mengarah pada tindakan penyerangan, bukan perampokan.

Dimas mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap siapa pelaku serta motif di balik penyerangan terhadap aktivis tersebut.

“Serangan dengan air keras dapat menimbulkan luka serius bahkan berujung kematian. Karena itu kami meminta aparat penegak hukum segera mengungkap pelakunya,” tegasnya. (riz/min/met).