22 Kg Kokain Ditemukan di Sumenep, Polisi Soroti Perubahan Pola Peredaran via Jalur Pesisir
Surabaya | JATIMONLINE.NET,- Penemuan narkotika jenis kokain dalam jumlah besar di perairan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memunculkan kekhawatiran baru terkait pola distribusi narkoba. Aparat kepolisian menilai jalur pesisir yang sebelumnya relatif aman kini mulai dimanfaatkan sebagai rute peredaran.
Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, mengungkapkan bahwa temuan ini menjadi sinyal perubahan strategi dari jaringan narkotika.
“Wilayah pesisir yang selama ini dianggap rendah kerawanan justru dimanfaatkan sebagai jalur transit. Ini menjadi peringatan bagi kita semua,” ujarnya saat konferensi pers di Polda Jawa Timur, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, keberadaan kokain dalam jumlah besar di wilayah seperti Sumenep tergolong tidak biasa dan menjadi indikator adanya ancaman baru yang perlu diwaspadai.
Barang bukti awalnya ditemukan dengan berat kotor mencapai 27,83 kilogram. Setelah melalui proses pembersihan dari pasir laut dan kemasan, hasil uji laboratorium menunjukkan berat bersih sebesar 22,226 kilogram.
Temuan tersebut juga mengarah pada dugaan keterlibatan jaringan internasional. Polisi menyebut kokain umumnya berasal dari kawasan Amerika Selatan.
“Penemuan ini mengindikasikan adanya jalur perdagangan gelap internasional yang masuk melalui perairan Indonesia. Kokain identik berasal dari Amerika Selatan seperti Kolombia,” jelas Nanang Avianto.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Polda Jawa Timur, wilayah Surabaya masih menjadi pusat peredaran narkoba dengan kontribusi terbesar, yakni 25,09 persen dari total kasus. Sementara Malang dan Sidoarjo masuk kategori tinggi, sedangkan daerah seperti Ponorogo, Bondowoso, dan Situbondo berada pada tingkat sedang hingga rendah.
Sepanjang tahun ini, kepolisian mencatat 2.231 kasus narkotika dengan total 2.851 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, diamankan berbagai barang bukti seperti sabu seberat 72,77 kilogram, ganja 37,9 kilogram, ribuan butir ekstasi, serta kokain seberat 22,22 kilogram yang tergolong jarang ditemukan di wilayah Jawa Timur.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, M. Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami asal usul temuan kokain tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jaringan di balik temuan ini. Belum dapat dipastikan apakah terkait jaringan internasional, semuanya masih dalam proses penyidikan,” pungkasnya. (man).


Tinggalkan Balasan