Sumenep | JATIMONLINE.NET,- Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Sumenep, Jawa Timur, pada Rabu dini hari (1/10/2025). Guncangan keras ini sontak membuat warga panik dan menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah bangunan di Pulau Sepudi. Data sementara menyebutkan bahwa puluhan rumah, musala, dan masjid di Kecamatan Gayam dan Nonggunong mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga parah.

Pusat gempa yang terjadi pada kedalaman dangkal 11 kilometer ini berada di laut, tepatnya 50 kilometer tenggara Sumenep dan Pulau Sepudi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis titik koordinat gempa berada di 7.25 Lintang Selatan dan 114.22 Bujur Timur. Meski merupakan gempa tektonik dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Guncangan kuat yang terjadi menjelang subuh tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Pulau Sepudi. Warga yang sedang terlelap tidur terpaksa berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Mereka juga merasakan adanya beberapa gempa susulan yang menambah ketakutan.

“Iya, saya sudah tidur sebenarnya. Tapi terasa ada guncangan sangat keras. Saya langsung membangunkan anak-anak saya dan lari ke luar rumah. Ternyata memang ada gempa,” ujar Hj. Fatimah, salah satu warga Pulau Sepudi, saat diwawancarai pada Rabu pagi. Kepanikan kian menjadi karena beberapa tembok rumah dilaporkan runtuh.

Selain kerusakan material, gempa juga menyebabkan tiga warga terluka. Mereka adalah Faiz Iqbal (21) dari Desa Karang Tengah yang terkena serpihan kaca, serta Sahraye (80) dan Moade (72) dari Desa Pancor yang mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan tembok. Ketiga korban luka tersebut segera dilarikan ke Puskesmas Gayam untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan perkembangan terbaru, diketahui gempa telah disusul hingga 12 kali guncangan dan total ada 26 bangunan yang mengalami kerusakan di Pulau Sepudi. Laporan BMKG bahkan menyebutkan getaran di Sepudi Sumenep terasa sekuat truk melintas.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Tagana BPBD, Polsek, dan Koramil masih berada di lokasi bencana untuk melakukan pendataan lengkap mengenai jumlah pasti korban dan tingkat kerusakan bangunan. Bantuan dan penanganan lebih lanjut sangat dibutuhkan oleh warga terdampak di Pulau Sepudi. (min/red).