Warga Terdampak Longsor di Sana Daja Terima Bantuan dari Polisi
Pamekasan | JATIMONLINE.NET,- Kepolisian Sektor Pasean, Polres Pamekasan, menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Jumat (23/1). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respons terhadap kondisi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.
Kapolsek Pasean AKP Gunarto menyampaikan bahwa bantuan berupa kebutuhan pokok itu berasal dari keluarga besar Polsek Pasean dan ditujukan untuk membantu warga yang tengah menghadapi situasi darurat pascabencana.
“Kami menyalurkan paket sembako sebagai bentuk empati dan perhatian kepada warga yang terdampak longsor,” kata AKP Gunarto.
Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga, meskipun jumlahnya terbatas.
“Bantuan ini memang tidak besar, namun semoga bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Penyaluran bantuan turut disaksikan Kepala Desa Sana Daja Uswatun Ekasanah. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Kami berterima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan kepada warga Desa Sana Daja,” ucap Uswatun.
Menurutnya, pemerintah desa saat ini masih berupaya mencari solusi terkait relokasi warga terdampak, mengingat kondisi tanah di lokasi permukiman dinilai sudah tidak aman.
Sejumlah rumah yang terdampak longsor disebut tidak memungkinkan untuk diperbaiki karena pergerakan tanah masih berpotensi terjadi.
Diketahui, bencana tanah longsor tersebut berdampak pada 10 rumah milik 13 kepala keluarga di Dusun Paseset Timur. Kerusakan yang dialami warga antara lain dinding rumah retak, amblesnya bagian rumah, hingga bangunan yang tampak miring.
Salah seorang warga terdampak, Asmui, mengatakan bahwa peristiwa longsor bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut, namun dampaknya kali ini jauh lebih parah dibanding sebelumnya.
“Dulu pernah terjadi sekitar tahun 2023, tapi hanya retak dan pergeseran kecil. Kali ini kondisinya lebih parah dan rumah-rumah di sini sudah tidak layak ditempati,” kata Asmui. (red).


Tinggalkan Balasan