Demo Ojol 28 April di Surabaya! Ribuan Driver Turun ke Jalan, Lalu Lintas A. Yani Dialihkan
Surabaya | JATIMONLINE.NET,- Aksi demo ojol 28 April di Surabaya mulai bergerak sejak pagi hari, Selasa (28/4/2026). Ribuan pengemudi ojek online turun ke jalan dalam aksi damai yang digelar oleh Aliansi Dobrak.
Massa aksi memulai pergerakan dari kawasan Bundaran Waru-CITO dan direncanakan menuju DPRD Jawa Timur sebagai titik akhir penyampaian aspirasi.
Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, dua mobil komando sudah terparkir di sisi kiri Jalan A. Yani. Tak lama berselang, ribuan driver ojol yang identik dengan atribut hijau mulai memadati lokasi sambil membawa bendera, baliho, dan poster tuntutan.
“Kembalikan insentif dan hilangkan kebijakan sepihak,” menjadi salah satu pesan yang terlihat dalam aksi tersebut.
Lalu Lintas Dialihkan
Seiring meningkatnya jumlah massa, arus lalu lintas di sekitar Bundaran Waru hingga Frontage A. Yani mengalami perlambatan. Petugas kepolisian pun langsung melakukan rekayasa lalu lintas.
Pengendara diarahkan untuk menggunakan jalur kanan guna menghindari kepadatan di sisi kiri yang dipenuhi massa aksi.
“Bagi pengguna jalan bisa ambil lajur kanan,” ujar salah satu orator dari atas mobil komando.
Seruan Tanpa Sweeping
Dalam orasinya, massa juga menyampaikan pesan kepada aparat agar tidak melakukan tindakan sweeping selama aksi berlangsung.
“Jangan ada sweeping, jangan termakan aplikator. Kita perjuangkan sama-sama hak kita,” tegas orator tersebut.
Sekitar pukul 09.16 WIB, massa mulai bergerak menuju DPRD Jawa Timur dengan pengawalan aparat kepolisian.
Ribuan Massa dan Tuntutan Tegas
Humas Aliansi Dobrak, David Walalangi, sebelumnya menyebutkan bahwa sekitar 3.000 peserta diperkirakan ikut dalam aksi ini.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur Bundaran CITO hingga DPRD Jatim pada pagi hingga siang hari guna mengantisipasi kemacetan.
Dalam aksi demo ojol 28 April ini, massa membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya mendesak adanya regulasi tegas terhadap aplikator, penyesuaian tarif yang dinilai tidak adil, serta penghapusan kebijakan yang merugikan pengemudi.
Aksi ini menjadi salah satu gelombang protes terbesar driver ojol di Surabaya, sekaligus menyoroti ketegangan antara pengemudi dan pihak aplikator terkait kebijakan tarif dan insentif. (man).


Tinggalkan Balasan