Kenalkan Minuman Herbal dengan Sentuhan Modern untuk Semua Kalangan

Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Kedai Alam Rimba (KAR) milik Yayasan Alam Rimba Raya yang berlokasi di Sumurgemuling, Beji, Pasuruan, resmi menggelar grand opening pada Minggu, 10 Mei 2026. Acara pembukaan tersebut berlangsung sederhana, namun sarat makna.

Melalui momen ini, pengelola ingin menunjukkan bahwa Kedai Alam Rimba telah mengalami berbagai perubahan, baik dari segi tampilan fisik maupun inovasi produk yang ditawarkan.

Pemilik Kedai Alam Rimba, Ali Sodikin, menghadirkan terobosan unik dengan mengusung konsep kafe yang menjadikan jamu dan minuman herbal sebagai menu utama. Konsep ini dirancang agar produk tradisional tersebut bisa lebih diterima oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.

Ali Sodikin, bersama kolega, menikmati suasana Kedai Alam Rimba saat Grand Opening.
Ali Sodikin bersama kolega, menikmati suasana Kedai Alam Rimba dalam Grand Opening.

“Saya terbiasa melawan arus. Ketika orang lain mengikuti tren, saya justru mencari arah berbeda. Konsep kafe jamu memang terdengar tidak biasa, tapi di situlah tantangannya. Bagaimana jamu yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan bisa diterima oleh semua kalangan,” ujar Ali Sodikin.

Kedai ini dirancang dengan nuansa kafe modern yang dipadukan dengan suasana alami. Lingkungan yang sejuk, asri, dan bersih, ditambah dengan area duduk yang dikelilingi tanaman herbal, menciptakan suasana santai dan nyaman bagi pengunjung. Bahkan, tersedia fasilitas hiburan seperti karaoke untuk menambah daya tarik.

Konsep utama yang ingin dihadirkan adalah menikmati jamu dalam suasana yang menyenangkan. Dengan tagline “Mitra Kesehatan Anda” Kedai Alam Rimba berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap minuman herbal.

Di tengah maraknya tren minuman modern di kafe kekinian, Kedai Alam Rimba memilih jalur berbeda. Ali Sodikin menegaskan bahwa jamu dan herbal tetap bisa dikemas secara modern tanpa kehilangan esensi manfaatnya.

Ia juga ingin menghilangkan stigma bahwa minum jamu identik dengan kalangan tua. Menurutnya, anak muda tetap bisa menikmati jamu tanpa kehilangan identitas kekinian mereka.

“Kami ingin membangun citra bahwa minum jamu itu bisa tetap keren dan relevan bagi anak muda,” tambahnya.

Dari segi rasa, Kedai Alam Rimba juga melakukan inovasi. Ali menjelaskan bahwa minuman herbal tidak selalu identik dengan rasa pahit, melainkan bisa diolah menjadi lebih ramah di lidah tanpa mengurangi khasiatnya.

Beragam menu ditawarkan, mulai dari kopi herbal, wedang uwuh, wedang jeruk, susu kedelai (sule), STMJ/STMH, jamu kunyit, jamu temulawak, hingga berbagai racikan herbal lainnya seperti penghilang stres, susu jahe, dan minuman unik seperti susu biru dan susu abang.

Yudi, bagian terapi dari Yayasan Alam Rimba Raya, menjelaskan salah satu produk unggulan mereka, yaitu STMH (Susu Telur Madu Herbal). Minuman ini merupakan pengembangan dari STMJ, namun dengan tambahan berbagai ramuan herbal yang dipercaya memiliki banyak manfaat, terutama untuk meningkatkan stamina.

Selain minuman, Kedai Alam Rimba juga menyediakan makanan tradisional seperti olahan singkong dan sejenisnya. Untuk menu kue, pihak pengelola membuka peluang bagi masyarakat untuk menitipkan produk, dengan syarat tetap mengusung konsep kue tradisional.

Dengan konsep ini, Kedai Alam Rimba berharap dapat menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk menikmati gaya hidup sehat dengan cara yang lebih santai, modern, dan menyenangkan. (mnr).