Jakarta | JATIMONLINE.NET,- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya celah dalam pengawasan anggaran setelah pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sempat lolos. Padahal, pengajuan tersebut sebelumnya sudah ditolak.

Dalam konferensi pers APBNKita di Jakarta, Selasa (5/5/2026), Purbaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, namun ke depan penggunaan anggaran akan diperketat agar lebih efisien.

“Program MBG jalan terus dan kita akan pastikan nanti belanjanya lebih efisien,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat, khususnya oleh jajaran Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), agar tidak ada lagi pengeluaran yang dinilai tidak relevan dalam program prioritas nasional tersebut.

Purbaya secara terbuka menyebut adanya “kecolongan” dalam sistem, yang membuat pengadaan motor listrik sempat lolos meskipun tidak disetujui.

“Tahun lalu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Tapi ada kebocoran dari proses tertentu yang membuat itu bisa lolos. Sekarang softwarenya sedang kita perbaiki supaya tidak terulang,” jelas Purbaya Yudhi Sadewa.

Ia juga menyinggung bahwa sistem yang digunakan sebelumnya memiliki kelemahan dalam mendeteksi pengajuan anggaran yang tidak sesuai.

“Ke depan, Dirjen Anggaran akan memastikan tidak ada belanja yang aneh-aneh dengan sistem yang lebih baik. Dulu bisa bobol, sekarang kita benahi,” tambahnya.

Hingga 31 Maret 2026, realisasi anggaran program MBG tercatat mencapai Rp55,34 triliun atau sekitar 16,5 persen dari total pagu Rp335 triliun. Program ini telah menjangkau 61,8 juta penerima manfaat, dengan 26.362 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dibangun di berbagai daerah.

Pemerintah menargetkan perbaikan sistem pengawasan ini dapat mencegah kebocoran anggaran serupa sekaligus memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran. (ris/cntr).