Tak Sempat Menyelamatkan Diri: Kisah di Balik Laka Maut Pasuruan
Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Pagi itu seharusnya berjalan biasa di Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan. Aktivitas warga mulai menggeliat, kendaraan hilir mudik seperti hari-hari sebelumnya. Namun, dalam hitungan detik, suasana berubah menjadi kepanikan.
Sebuah truk bermuatan kertas melaju dari arah Malang menuju Surabaya. Di tengah arus lalu lintas yang padat, kendaraan besar itu tiba-tiba tak terkendali.
Benturan pertama terdengar keras.
Satu kendaraan dihantam. Lalu yang lain. Dalam sekejap, tabrakan beruntun tak terhindarkan. Truk terus melaju liar, menyeret kehancuran di sepanjang jalurnya.
“Korban meninggal dunia sementara berjumlah empat orang. Tiga orang meninggal di lokasi pertama, sedangkan sopir truk meninggal setelah berhasil dievakuasi dari dalam kabin,” ujar Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Jauhar Rizqullah Sumirat.
Di lokasi kejadian, puing kendaraan berserakan. Sepeda motor ringsek, truk dan mobil saling bertumpuk. Tak hanya itu, laju truk yang tak terkendali berakhir dengan menghantam rumah warga.
Dinding jebol. Atap runtuh. Lima rumah rusak, meninggalkan bekas kepanikan yang sulit dilupakan.
Beberapa warga yang berada di dalam rumah nyaris tak sempat menyelamatkan diri.
Jeritan dan tangis pecah di antara suara sirene yang mulai berdatangan.
Petugas gabungan dari kepolisian, Basarnas, BPBD, hingga pemadam kebakaran berupaya mengevakuasi korban. Salah satu momen paling menegangkan adalah saat mengeluarkan sopir truk yang terjepit di dalam kabin.
“Kami fokus lebih dulu pada penyelamatan korban dan evakuasi kendaraan agar proses berjalan cepat dan aman,” kata Jauhar.
Sementara itu, jalan utama penghubung Surabaya–Malang lumpuh total. Antrean kendaraan mengular panjang. Polisi terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas, mengalihkan sebagian kendaraan ke jalur tol.
Di balik kemacetan dan kerusakan yang terlihat, tersisa duka mendalam bagi keluarga korban.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki. Dugaan sementara mengarah pada hilangnya kendali truk, namun kepolisian masih mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV dan melakukan olah tempat kejadian perkara dengan metode Traffic Accident Analysis.
Di jalan yang sama, aktivitas perlahan kembali berjalan. Namun bagi sebagian orang, pagi itu akan selalu dikenang sebagai hari ketika segalanya berubah dalam sekejap. (kit).


Tinggalkan Balasan