Banyak Permintaan Kantong Darah Dari Masyarakat, MAI Kabupaten Pasuruan Adakan Donor Darah

  • Bagikan
Hj. Laila Abidah (tengah), Ketua PAC Muslimat NU Ancab Bangil bersama pengurus MAI ( Muslimah Ahlul Bait Indonesia)

Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Bekerja sama dengan PMI Kabupaten Pasuruan, Muslimah Ahlul Bait Indonesia (MAI) Cabang Pasuruan mengadakan Baksos (Bakti Sosial) di komplek pertokoan Hotel Amanah, Bangil Kabupaten Pasuruan.

Acara yang digelar pada hari Jum’at, 26 Maret 2021, pukul 08.00 – 11.00 WIB tersebut dalam Rangka memperingati Isro’ Mi’roj, didukung atau disponsori oleh beberapa lembaga. Diantaranya adalah 1. Ahlul Bait Indonesia Kabupaten Pasuruan, 2. Yayasan Yatim Mandiri Kabupaten Pasuruan, 3. Terowongan Mina, 4. Muslimat NU, 5. Hysa dan 6. Hotel Amanah.

Meski ditengah pandemi, warga masyarakat Kabupaten Pasuruan yang mendonorkan darahnya sangat antusias. Ustadzah Fatimah Bamuqoddam, Ketua MAI Kabupaten Pasuruan menuturkan, yang melatar belakangi diadakannya kegiatan Bakti Sosial Donor Darah tersebut karena banyaknya permintaan masyarakat akan kantong darah untuk memenuhi kebutuhan PMI Kabupaten Pasuruan yang lagi kosong.

“Kita mendapat masukan dari masyarakat. Di medsos maupun di FB, bahwa masyarakat Kabupaten Pasuruan hari ini sangat membutuhkan kantong darah. Sedangkan ketersediaan kantong darah di PMI Kabupaten Pasuruan lagi kosong. Karena itu kami, mewakili MAI tergerak untuk melakukan bakti sosial donor darah ini,” terang Ustadzah Fatimah Bamuqoddam.

Ustadz Fatimah Bamuqoddam, Ketua MAI (tengah) bersama Hj. Hasniah, Wakil Ketua MAI (pojok). Sebelahnya Abdul Ali (Pengurus Ahlul Bait Indonesia) Pasuruan, Abdul Aziz, Ketua Yayasan Yatim Mandiri Cabang Pasuruan (pojok)

Lazimnya dalam kegiatan doroh darah, pengambilan darah untuk persatu pendonor adalah sekitar 250 – 300 ml (1 kantong). Dalam pengambilan darah tersebut tidak menimbulkan masalah apapun jika tubuh dalam kondisi sehat.

Abdul Ali, pengurus Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang juga penyelenggara kegiatan tersebut menuturkan bahwa kegiatan donor darah tersebut tetap tidak mengabaikan masalah kesehatan dari pendonor. Mereka, kata Ali, panggilan akrab Abdul Ali, oleh pihak medis tetap dicek kesehatannya. Juga dites tensi darahnya.

“Menanggapi soal kekuatiran warga masyarakat karena ini masa pandemi, pihak medis tetap mengecek kesehatan para pendonor. Tetap dipastikan bahwa para pendonor darah ini tidak ada yang terkena virus covid-19. Walaupun sebenarnya Covid-19 itu tidak menyerang ke darah ya. Menyerangnya ke pernapasan. Tetapi langkah itu tetap dilakukan,” terang Ali menyakinkan.

Ustadzah Fatimah menambahkan, MAI adalah organisasi sosial kemasyarakatan, yang berafiliasi ke ABI (Ahlul Bait Indonesia). Ahlul Bait Indonesia adalah Ormas yang berdiri sejak tahun 2015 silam.

MAI adalah organisasi keagamaan yang bergerak dibidang sosial, yang keberadaannya ada diseluruh Indonesia. MAI berdiri pada tahun 2015 dan berafiliasi ke Ahlul Bait Indonesia, sebuah ormas keagamaan pecinta keluarga Kanjeng Nabi Muhammad.

Suasana kegiatan donor darah

Sementara itu, Abdul Aziz ketua Yayasan Yatim Mandiri Kabupaten Pasuruan sangat mendukung adanya kegiatan donor darah ini. Kegiatan donor darah ini, kata Abdul Aziz, sangat bermanfaat bagi masyarakat yang lagi membutuhkan darah untuk proses perawatan secara medis, berkaitan dengan proses penyembuhan. Bentuk dukungan itu, lanjutnya, Yayasan Yatim Mandiri memberikan makanan kare – sosis olahan dalam bentuk kalengan.

Produksi olahan makanan Kare – sosis ini, kata Aziz, adalah bagian dari program Yayasan Yatim Mandiri yang didistribusikan untuk kegiatan sosial, dan terutama untuk anak yatim yang membutuhkan.

“Jadi ketika Hari Raya Idul Adha pas lagi banyak – banyaknya bantuan daging qurban itu, tidak kita dihabiskan pada saat itu juga. Daging – daging itu kita kelola dalam bentuk makanan olahan. Tujuannya supaya daging itu bisa bermanfaat dalam waktu jangka panjang, untuk diberikan pas ada kegiatan bantuan sosial atau santunan kepada anak yatim yang membutuhkan,” terang Aziz. (mnr).

  • Bagikan