Diawali Ziaro ke Mbah Ud Pagerwojo, BHS – Taufiq Sampaikan Komitmen Menjadikan Sidoarjo Sebagai Kota Santri

  • Bagikan
BHS – Taufiq saat Ziaroh ke makam Mbah Ud (KH. Ali Mas’ud) Pagerwojo, Buduran, bersama Kiai dan Habaib

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Untuk kali kedua, Bambang Haryo Sukartono (BHS) dan Taufiqulbar berziaroh ke makam Mbah Ud (KH. Ali Mas’ud) Pagerwojo, Buduran, Sidoarjo, dalam masa kampanye pilkada Sidoarjo ini. Kali ini BHS – Taufiq didampingi para Kiai dan Habaib untuk kirim doa ke Mbah Ud dan berwasilah, memohon kepada Allah agar Sidoarjo senantiasa diberikan pemimpin yang baik, dan Sidoarjo makmur dan damai.

Sebagai warga NU, ritual ziaroh kubur yang dilakukan BHS – Taufiq adalah hal yang biasa saja. Sebagai calon pemimpin, hal demikian bagian dari cara BHS – Taufiq untuk menyambut aspirasi masyarakat Sidoarjo yang notabene mayoritas adalah warga NU.

Dalam beberapa kesempatan, tim pemenangan BHS – Taufiq beberapa kali menyampaikan tentang penting membangun Sidoarjo sebagai kota santri. Bertepatan menjelang hari santri pada 22 Oktober 2020 nanti, BHS – Taufiqulbar melakukan ritual ziaroh ke makam Mbah Ud dan Sulaturrahmi ke beberapa kiai.

Salah satu komitmen penting BHS – Taufiq mewujudkan Sidoarjo sebagai kota santri, adalah menjadikan Sidoarjo sebagai kota santri dan religi. Untuk yang berkaitan dengan makam – makam wali di Sidoarjo, BHS – Taufiq akan memperbaiki sarana parkir di lokasi makam wali secara layak sehingga bisa menjadi tempat wisata religi.

Taufiqulbar saat membacakan komitmen mewujudkan Sidoarjo sebagai kota santri

Pembacaan komitmen Pasangan BHS – Taufiq ini disampaikan oleh Taufiqulbar di Ponpes Al Mahdy, bersebelahan dengan makam Mbah Ali Mas’ud Pagerwojo.

Demikian poin poin Komitmen BHS Taufiq mewujudkan Sidoarjo sebagai Kota Santri :

  1. Menjadikan Sidoarjo kota santri, kota religi yg ahlus sunnah waljamaah
  2. Menjaga kondisi Hub baik antara pendopo dg struktural dan kultural NU tetap kondusif dan menjaga hub peran NU dalam pembangunan di Sidoarjo
  3. Mewujudkan pendidikan ahkaqul karimah kepada peserta didik dg menyiapkan waktu 1 jam minimal sebelum pendidikan sekolah terutama negri dan swasta untuk berdoa, ngaji Quran, dzikir pagi dan sholawat. (Pesan KH Sholeh Qosim Sepanjang diteruskan dr Habib Oemar bib Hafiz diteruskan lagi oleh Habib Sholeh Al Jufri)
  4. Memfasilitasi maqom auliya untuk difasilitasi sarana prasarana seperti parkir yg cukup dan memadai untuk wisata religi.
  5. Mewujudkan pendidikan madrasah secara kuantitas bertambah dan secara kualitas berdaya saing dan meningkat. Serta mewujudkan kesejahteraan guru baik madrasah, TPq guru ngaji lebih meningkat, dan syukur bisa setara dg UMK serta memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi yg tidak mampu dan beasiswa kepada santri yg tahfidz quran dan atau atau tahfidz hadist.
  6. Melanjutkan sarana prasarana untuk gedung perpustakaan di sekolah dan Pondok pesantren yg terbaik di sidoarjo dan melanjutkan pembangunan Universitas NU di Sidoarjo.
  7. Memberikan peran khusus muslimat dan kyai kampung dalam pembangunan mental spiritual masyarakat di Sidoarjo.
  8. Wadah ekonomi keUmmatan untuk kemandirian masyarakat Dalam hal penyediaan lapangan kerja seluas luasnya dan pendampingan uMkm santri , memberikan permodalan dg syarat mudah, bantuan pemasaran dan pendamping perijinan.
  9. Menjadikan masjid sebagai gerakan moral, social, ekonomi dan keUmmatan. Gerakan subuh berjamaah, gerakan sedekah berjamaah, gerakan mengaji Quran setealh magrib, gerakan waqof productive, gerakan bersih masjid dan gerakan berthoriqoh ahlusunnah waljamaah. (mnr).
  • Bagikan