Mulai Beroperasi di Masa Pandemi, PASAR JANDE Candiwates, Prigen, Pasuruan Malah Menuai Sukses dan Mandiri

  • Bagikan
PASAR JANDE Candiwates, Prigen, Kabupaten Pasuruan

Pasuruan | JATIMONLINE.NET,- Membangun sebuah Brand atau merk tempat wisata, entah itu kuliner, wisata alam, wisata edukasi, wisata perjalanan, tidaklah mudah, apalagi di tengah pandemi. Hampir tidak ada sektor yang tidak merasakan dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia kini. Seluruh sektor perekonomian seakan “terhenti”.

Akan tetapi hal itu berbeda dengan apa yang terjadi pada sebuah tempat wisata kuliner dan adventure yang ada di Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Tempat tersebut bernama Pasar Jande (Jajanan Ndeso) dan Adventure Candiwates. Berdiri di masa pandemi, usaha yang digagas oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Maju Makmur, Desa Candiwates itu malah berkembang pesat meski lokasi jauh dari pusat keramaian.

Kepala Desa Candiwates, Sultoni Arifin

“Pasar Jande itu dirintis sejak 2018 oleh Bapak Kepala Desa Achmad Irfan, dan kini beliau menjadi Direktur di BUMDES Maju Makmur yang menaungi itu. Pada Agustus 2020 mulai beroperasi hingga kini. Pilihan jajanan desa itu karena kita ingin mengangkat perekonomian masyarakat desa ini,” jelas Sultoni Arifin, Kepala Desa Candiwates.

Sultoni menambahkan, bahwa jajanan desa sebagai produk yang diangkat, karena selain untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Desa Candiwates, juga untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa jajanan desa itu tidak kalah dengan jajanan kekinian. Tujuan lain adalah untuk mengenalkan jajanan khas desa kepada masyarakat umum.

Sementara itu, hal senada diungkap oleh Direktur BUMDES Maju Makmur, Achmad Irfan. Pilihan jajanan desa sebagai produk utama sudah melalui pertimbangan panjang dan matang.

Achmad Irfan, Direktur BUMDES Maju Makmur, Desa Candiwates, Kecamatn Prigen, Kabupaten Pasuruan

“Wisata kuliner kan sudah banyak dimana-mana. Tempat wisata di Prigen ini juga sudah buanyak. Kita berpikir bagaimana mencari seuatu yang berbeda yang khas dan belum ada. Makanya kemudian kita beri nama Pasar Jande, Pasar Jajanan Ndeso. Jajan atau kue yang ada disini memang seluruhnya khas desa, seperti orog-orog, bikang, onde-onde, dll, yang bisa jadi sudah susah ditemukan di tempat lain. Ini bisa jadi pengobat rindu bagi masyarakat yang kangen akan jajanan tempo dulu,” jelas Direktur BUMDES Maju Makmur yang akrab dipanggil Irfan itu.

Menurut infan, pengunjung dari Pasar Jande tidak hanya dari masyarakat sekitar. Pengunjung yang datang malah didominasi orang luar desa Candiwates, bahkan banyak yang sengaja datang dari luar kota.

Masih menurut Irfan, awal beroperasi pasar jande tidaklah mudah. Kini Pasar Jande dalam sehari mampu mencapai omset 6 – 8 juta, bahkan pada akhir pekan mampu menembus angka 22 juta. Menurutnya pada masa awal malah hanya sebuah warung kopi yang pada hari pertama hanya beromset 40 ribu saja selama sehari. Namun kini, Pasar Jande sudah mempu menggaji seluruh karyawannya.

“Sebenarnya yang lebih dulu adalah Aventure Candiwates. Awalnya kita mengelola lahan milik Kepala Dusun. Selama 2 minggu, bersama pemuda-pemuda disini kita membersihkan jalur yang akan dipakai untuk Adventure Candiwates itu. Mulai pagi, siang, malam kita bahu membahu kerja bakti full selama 2 minggu itu. Menjaga semangat pada kondisi seperti ini tidaklah mudah. Suksesnya Adventure Candiwates dan Pasar Jande ini adalah hasil kerjasama semua pihak. Buah dari konsistensi dari semua yang tanpa lelah membangun dan membesarkan tempat ini,”  pungkas Irfan yang juga aktif sebagai Satkoryon Banser Kecamatan Prigen, Pasuruan itu. (uzi).

  • Bagikan