Pembangunan Wisma Atlet di Sidoarjo Kembali Tidak Ada Kejelasannya

Opini Mahasiswa | JATIMONLINE.NET,- Pembangunan wisma atlet ini mangkrak karena terdampak refocusing anggaran untuk penangan pandemic covid-19 pada tahun anggaran 2020, proyek wisma atlet di sidoarjo ini kembali tidak ada kejelasaan sampai sekarang.

Rencana pembangunan lanjutan berualng kali masih tetap gagal.Proyek pembangunan wisma atlet di sidoarjo itu berada di jalan pahlawan I, Sidorjo. Proyek itu sebenarnya sudah mulai dibangun pada tahun anggaran 2019 yang lalu.

Namun karena adanya pandemic, anggaran pemerintah daerah di tahun 2020 harus dialihkan ke covid-19.Disampaikan oleh anngota badan anggaran DPRD Sidoarjo, aloksi anggaran pembangunan wisma atlet di tahun ini sekarang ialah sebesar Rp 28,4 miliar rupiah.

Dia mengharapkan, pembangunan gedung wisma atlet di Sidoarjo segera diselesaikan pada tahun ini, tetapi nyata nya sampai saat ini belum selesai.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga, dan parawisata Sdioarjo, mengutarakan wisma atlet memang sangat dibutuhkan di Sidoarjo. Selama ini, Sidoarjo kalau ada event-event kebingungan untuk mencarikan tempat tinggal sementara bagi para tamu yang akan berlaga pada event olahraga.Sekedar kita ketahui, tahun 2019 dana yang dicairkan untuk pembangunan wisma atlet sebsesar Rp 13,43 miliar rupiah.

Sedangkan pada tahun 2020, anggarannya mencapai Rp 28,4 miliar rupiah. Tetapi yang dana 2020 ini direalokasikan untuk penanganan pndemi covid-19.Pada tahun ini 2021 kembali dialokasikan dana sebesar Rp 21 miliar rupiah untuk proyek tersebut.

Namun proyek tersebut lagi-lagi dananya harus direalokasikan untuk kepentingan penanganan covid-19. Alhasil proyek tersebut mangkrak, tahun depan juga tidak ada anggaran, sehingga potensi proyek tersebut mangkrak samapai pada tahun 2023.

Padahal, pembangunan wisma atlet di sidoarjo sebagai sarana penunjang kegiatan olahraga. Misalnya ketika ada beberapa event yng tingkatnya nasional, para atlet olarahga tidak bingung untuk mencari penginapan.

Penulis adalah Mochammad Alfin Azrial Akbar, Mahasiswa Administrsi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo