Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sidoarjo menggelar Pelatihan Instruktur sebagai bagian dari persiapan memasuki bulan kaderisasi tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan melalui Bidang Kaderisasi tersebut berlangsung pada Sabtu (31/1/2026).

Pelatihan ini ditujukan untuk mempersiapkan kinerja Tim Kaderisasi yang bertugas mengawal proses kaderisasi dasar pasca Pelatihan Kader Dasar (PKD), sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan pengkaderan formal di tingkat rayon dan komisariat.

Ketua Tim Kaderisasi PC PMII Sidoarjo, Moch Rofiuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam proses pengkaderan. Menurutnya, hasil evaluasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja tim kaderisasi, khususnya menjelang bulan kaderisasi.

“Tim Kaderisasi ini merupakan hasil dari pelatihan instruktur yang dalam beberapa periode terakhir belum dilaksanakan. Karena itu, perlu ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar tugas di lapangan dapat berjalan optimal,” ujar Rofiuddin, yang juga menjabat Wakil Ketua I PC PMII Sidoarjo.

Ia menjelaskan, Bidang Internal memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap kinerja tim kaderisasi, guna memastikan peran dan fungsi mereka berjalan sesuai kebutuhan organisasi.

Pelatihan instruktur tersebut juga dijadikan sebagai bahan refleksi untuk menyelaraskan kerja Tim Kaderisasi dengan arah pengkaderan formal organisasi. Dengan begitu, kekurangan yang ditemukan dapat diperbaiki demi efektivitas siklus kaderisasi.

“Kami berharap pendampingan yang dilakukan Tim Kaderisasi terus mengalami perbaikan, terutama pada aspek yang selama ini masih dinilai kurang. Ke depan, pendampingan kaderisasi di rayon dan komisariat diharapkan berjalan maksimal sesuai tugas pokok dan fungsi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris I Tim Kaderisasi, Riski Permana, menilai evaluasi menjadi langkah penting untuk mengukur kinerja masing-masing anggota tim dalam menjalankan tugas pengkaderan. Ia menyebut evaluasi tersebut juga bermanfaat sebagai dasar perencanaan dan pengembangan kaderisasi ke depan.

“Evaluasi ini membantu merumuskan strategi yang lebih efektif agar proses kaderisasi berjalan secara ideologis dan praksis,” pungkasnya. (red).