Perkuat Pasar Lokal, KQ5 Steak Seriusi Motto; Dari, Oleh & Untuk Masyarakat Lokal

  • Bagikan
Gus Ali bersama para investor KQ5 Steak Cabang yang ke 8, di Sengkaling, Malang

Malang | JATIMONLINE.NET,- Pidato sambutan Owner KQ5 Steak, H. Mohammad Ali (akrab disapa Gus Ali) pada pembukaan Grand Opening KQ5 Steak cabang yang ke 8, di Sengkaling, Jl. Sengkaling No.291, Kabupaten Malang, Sabtu, 22 Mei 2021 kemarin tampak istimewa.

Gus Ali, demikian panggilan karib Owner KQ5 Steak ini disapa, menegaskan, bahwa KQ5 Steak adalah miniatur bisnis yang bisa diduplikasi dalam bisnis yang lain, yang tidak hanya kuliner, dalam skala yang lebih besar.

Gus Ali menegaskan, bahwa bisnis kuliner model berjamaah ini adalah antitesa dari bisnis-bisnis oleh Brand yang sudah ternama. “Namun pembedaanya atau differensiasinya adalah, manajemen KQ5 Steak ini dalam kerja samanya lebih menitik beratkan pada kearifan lokal. Yaitu keuntungan yang diperoleh menitik beratkan pada dari, oleh dan untuk warga lokal setempat, ” tegas Gus Ali mantab.

Salah satu investor saat penanda tanganan kesepakatan secara simbolis

Gus Ali menguraikan, dalam banyak hal, manajemen KQ5 Steak lebih mengutamakan kemanfaatan lokal yang banyak diambil dari pada yang lainnya. Misalnya soal investor, Gus Ali mengutamakan investor lokal.

“Soal rekanan bahan baku KQ5 Steak, lebih diutamakan adalah rekanan lokal. Misalkan beras, minyak, sayur dan sebagainya. Terkecuali soal bahan baku yang tidak mungkin dipenuhi oleh rekanan lokal,” urai Gus Ali.

Disamping itu, lanjutnya, Soal tenaga kerja juga akan diambilkan dari warga lokal setempat, setelah melalui proses training dan pembekalan di pusat manajemen KQ5 Steak, di Sidoarjo. “Soal program sosial dari keuntungan 10 % KQ5 Steak, peruntukannya juga untuk warga lokal setempat. Itulah salah satu pembeda manajemen KQ5 Steak dengan merk – merk lain yang telah lama merintis bisnisnya,” tegas Gus Ali.

Dibagian lain Gus Ali menambahkan, bahwa bisnis kuliner KQ5 Steak ini adalah upaya untuk mengumpulkan potensi yang berserakan, terkumpul dalam satu wadah usaha kuliner yang kuat. Gus Ali juga menambahkan, soal lahan untuk resto KQ5 Steak bukanlah dibeli atau disewa, melainkan dikerja samakan.

Lurah Maksum (kiri), salah satu karyawan inti KQ5 Steak

Sementara itu, salah satu karyawan KQ5 Steak yang akrab disapa Lurah Maksum menambahkan, dengan adanya kebijakan mengutamakan kemanfaatan lokal ini, Lebih banyak bukan hanya ditanggung mayarakat lokal. Secara tidak langsung, lanjutnya, manfaatnya juga bisa dirasakan manajemen KQ5 Steak.

“Misalnya awal – awal dulu KQ5 Steak yang lokasi restonya masih di Sidoarjo dan sekitarnya, pengiriman bahan-bahan kebutuhan warung bisa dipenuhi dari kantor pusat manajemen KQ5 Steak. Nah sekarang, KQ5 Steak semakin berkembang, cabangnya jauh-jauh, Ada di Sidoarjo, Surabaya, Madura, Malang, Pasuruan, Ponorogo, dan segera menyusul nanti Pacitan, Tulungagung, Kediri dan setusnya, itu dirasa sangat merepotkan lalu semua kebutuhan restonya harus dipenuhi dari kantor pusat di Sidoarjo. Jadi kebijakan baru soal pemenuhan kebutuhan resto dari rekanan warga lokal itu sudah sangat tepat, karena akan menguntungkan kedua belah pihak. Dari rekanan lokal juga diuntungkan, dari kantor pusat juga tidak terlalu direpotkan. Kecuali kebutuhan resto yang tidak mungkin diwakilkan ke rekanan lokal, misalkan chaos steak yang tidak bisa dibelikan ke semua orang,” ujar Lurah Maksum.

Habib Zainal Abidin, Tokoh masyarakat Pasuruan yang berkesempatan hadir di Grand Opening KQ5 Steak Sengkaling, Malang

Pada kesempatan Grand Opening KQ5 Steak di Sengakaling itu, Habib Zainal Abidin, tokoh masyarakat Pasuruan, dalam sambutannya menjelaskan ihwal perkenalannya dengan Gus Ali pada akhir tahun 2018. Menurutnya, banyak sekali ia kenal pengusaha warung, namun yang berbeda dari Gus Ali ini, kata Habib Zainal Abidin, adalah punya jiwa sosial yang tinggi, penuh keberkahan yang tidak hanya sekedar berdagang.

“Nilai inilah yang membuat saya ingin terus berakrab dengan Gus Ali,” terang Habib Zainal Abidin.

Tokoh masyarakat Pasuruan yang juga Rektor institut Agama Islam Darul Lughoh Waddakwah, Bangil, Pasuruan ini menuturkan, pertama kali mengetahui KQ5 Steak saat jalan-jalan ke Malang, mengetahui KQ5 Steak pas sore hari dibulan romadhon parkirannya ramai pengunjung.

“Warung itu kalau pengunjungnya banyak, pasti masakannya enak. Dan benar, saya telah membuktikan itu, bahwa masakan KQ5 Steak itu rasanya sangat enak meskipun harganya sangat terjangkau,” tambahnya. (mnr).

  • Bagikan