Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan rangkaian insiden pohon tumbang di sejumlah titik di Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (3/1/2026). Dalam sehari, beberapa pohon dilaporkan roboh dan menimpa kendaraan yang sedang melintas di lokasi berbeda.

Salah satu kejadian paling parah terjadi di Jalan Mojopahit, tepatnya di sekitar Perempatan Celep. Sebatang pohon sono dengan tinggi sekitar 10 meter ambruk ke badan jalan dan menutup jalur utama Surabaya–Malang. Pohon tersebut menimpa dua mobil dari arah berlawanan, yakni Toyota Avanza putih bernomor polisi N 1552 SU dan Honda Accord hitam bernopol L 1849 TG.

Benturan paling keras dialami Avanza putih yang tertimpa batang pohon tepat di bagian atas kendaraan hingga bodi mobil ringsek. Saat peristiwa berlangsung, mobil tersebut mengangkut empat penumpang.

Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup berat, seluruh penumpang dari kedua mobil dipastikan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Akibat pohon melintang di tengah jalan, arus lalu lintas sempat lumpuh total dari dua arah. Kemacetan panjang terjadi selama proses penanganan yang memakan waktu cukup lama.

Petugas gabungan dari BPBD dan Damkar Sidoarjo harus memotong batang dan ranting pohon menggunakan gergaji mesin sebelum mengevakuasi kendaraan yang tertimpa.

“Proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar lima jam sampai jalan benar-benar bisa dilalui kembali,” ujar Humas Damkar BPBD Sidoarjo, Yoli Wisnu.

Insiden Serupa Terjadi di Kecamatan Lain.

Tidak hanya di Jalan Mojopahit, peristiwa pohon tumbang yang menimpa mobil juga terjadi di wilayah Kecamatan Candi pada hari yang sama. Di kawasan tersebut, dua pohon roboh dan masing-masing mengenai satu kendaraan.

“Kejadian di Kecamatan Candi juga melibatkan dua mobil, namun kerusakannya relatif lebih ringan dan seluruhnya sudah ditangani,” lanjut Yoli.

Selain merusak kendaraan, angin kencang juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga di beberapa kecamatan. Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Candi menjadi wilayah yang terdampak cukup signifikan.

Di Desa Banjarpanji, Kecamatan Tanggulangin, tercatat tiga rumah warga serta satu kandang hewan mengalami kerusakan pada bagian atap akibat terpaan angin. Sementara di Kecamatan Candi, delapan rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan yang tersebar di Desa Wedoroklurak, Kendalpecabean, dan Kalipecabean.

“Total ada 11 rumah yang mengalami kerusakan ringan. Sebagai penanganan awal, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa terpal kepada warga terdampak,” pungkas Yoli. (adi).