Wisata Pancing KPRNT Ramai, Ekonomi Masyarakat Tunggul Wulung Terangkat

  • Bagikan
Bahri Roihan, Manajer Pengelola KPRNT, Dusun Rejoso, Desa Tunggul Wulung, Pandaan sedang menunjukkan keahliannya memancing ikan

Pasuruan,- Usaha yang hanya semata bisnis dengan usaha yang bermuatan pemberdayaan pada masyarakat sekitar memang berbeda. Jika sekedar bisnis hanya bertumpuk pada profesionalisme dan keuntungan. Namun jika usaha yang bermuatan pemberdayaan, keuntungan bukan semata-mata tujuan utama, namun harus menghitung dampak manfaatnya juga bagi masyarakatnya sekitar.

Demikian manajemen yang diterapkan oleh KPRNT (Kolam Pancing Ragil Njoso Tirto) Dusun Rejoso, Desa Tunggul Wulung, Pandaan, Pasuruan.

Wisata pancing KPRNT yang lokasinya bersebelahan dengan Warung Pak Sholeh, Kuliner legendaris Tunggul Wulung, Pandaan ini dalam usahanya, tidak hanya semata mencari sebanyak-banyak keuntungan sendiri. Melainkan juga memikirkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Bahri Roihan, 34 tahun, pengelola KPRNT ini menuturkan, dengan ramainya wisata pancing KPRNT ini, setidaknya ada puluhan pemuda yang bisa ikut bekerja membantu kepengelolaan wisata pancing ini.


Baca Juga: Berkahnya Sabar, Telaten dan Istiqomah, Wisata Kolam KPRNT Tunggul Wulung “Panen Pengunjung”


Soal tenaga kerja, hampir semuanya diambilkan dari masyarakat sekitar Tunggul Wulung. Sejak wisata pancing KPRNT ini ramai, toko disekitar area kolam pancing ini juga ikut merasakan “manisnya”. Pedagang keliling juga banyak yang menjajakan dagangannya disekitaran kolam pancing tersebut.

Roihan, demikian manajer pengelola KPRNT Tunggul Wulung ini disapa, menuturkan, hampir tiap hari pengunjung wisata pancing ini mencapai ratusan orang.

“Jika hari biasa sekitar 80 orang yang datang menikmati wisata pancing ini. Jika hari Minggu atau wekeend bisa mencapai 200 – 300 orang pengunjung,” terang Roihan bangga.

Suasana pengunjung atau wisatawan di kolam pancing KPRNT Rejoso, Tunggul Wulung, Pandaan.

Pengunjung kolam pancing KPRNT itu berasal dari berbagai daerah di Pasuruan dan sekitarnya. Mulai dari Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Probolinggo, Malang dan penghobi disekitar Pandaan.

Soal tiket mancing, lanjut Roihan, harganya bervariasi. Untuk tiket normal hari-hari biasa Rp 50.000. mancing dari pagi jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Untuk hari Rabo dan Kamis malam, harga tiket mancing Rp 35.000. sedangkan di hari wekeend harga tiket mancing Rp 85.000.

“Itu berdasarkan ikan yang kita tebar, yaitu antara 3 – 7 kwintal. Beberapa jenis ikan itu adalah bawal, ikan patin, ikan gurami, ikan tombro dan ikan nila,” terangnya.

“Di kolam pancing KPRNT itu juga melayani ikan segar. Bagi wisatawan yang kurang ahli mancing, kolam pancing KPRNT juga menyediakan kolam sepetak yang ikannya mudah dipancing. Atau juga diserok. Harganya untuk ikan bawal Rp 20.000/kgnya. Ikan nila Rp 38.000/kg. Ikan tombro Rp 38.000/kg. Ikan ikan patin Rp 28.000/kg,” jelasnya lagi.

Ditanya soal magnetnya apa sehingga kolam pancing KPRNT ini banyak pengunjungnya, Roihan menjawab, soal mancing itu adalah hobi.

“Dan hari ini kecederungannya banyak orang meminati wisata pancing. Jadi kalau sudah hobi itu sudah sulit dijelaskan kenapa kok suka mancing,” tuturnya.

Wisatawan menunjukkan ikan Patin lumayan besar, hasil “buruan” di KPRNT

Roihan menambahkan, bagi wisatawan penghobi mancing, soal harga tiket tidak dihitungnya sebagai untung rugi. tetapi dihitungnya sebagai hiburan.

“Hampir pengunjung yang datang itu punya keahlian dalam memancing. Bahkan dalam satu hari mancing, ada yang bisa mendapatkan ikan antara 10 – 50 ikan,” terangnya.

KPRNT itu juga menyediakan alat-alat mancing, sehingga bagi wisatawan yang ingin menikmati sensasi memancing ikan di kolam KPRNT yang kebetulan tidak membawa  peralatan mancing, bisa membeli dilokasi kolam pancing.

KPRNT juga menyediakan jasa memasak bakar atau goreng hasil memancing dikolam. Sehingga bagi wisatawan yang dapat ikan banyak, dan menginginkan sensasinya memakan ikan bakar segar, bisa dimasakkan dilokasi wisata pancing tersebut. (mnr).

  • Bagikan