20 Kelompok Arisan di Mojokerto Tertipu, Pelaku Kabur Setelah Uang Arisan Terkumpul

  • Bagikan
Korban penipuan arisan fiktif saat melapor ke Polres Mojokerto

Mojokerto | JATIMONLINE.NET,- Di tengah ekonomi yang kian sulit, nyatanya masih ada juga masyarakat yang tergiur iming iming untung besar dari skema usaha yang belum sepenuhnya mereka pahami.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Mojokerto, puluhan orang tertipu arisan lebaran yang dibuat dengan iming iming keuntungan tertentu. Arisan lebaran yang kemudian menjadi arisan fiktif itupun memakan banyak korban.

Menurut penuturan salah satu korban bernama Tarmiyati (44 thn), yang menjadi Ketua kelompok yang bertugas menghimpun para ibu ibu yang bergabung dalam arisan lebaran fiktif itu, dirinya dijanjikan keuntungan sebesar 5 persen. Setiap orang yang bersedia menjadi Ketua kelompok akan dijanjikan keuntungan sebesar 5 persen.

Agar mereka lebih semangat mencari dan menghimpun peminat, tersangka juga menjanjikan bonus berupa kue saat penarikan uang arisan jelang Hari Raya Idul Fitri. Pelaku juga membuat brosur khusus berisi paket arisan yang sudah ditentukan beserta nilai pembayaran setiap minggunya. Tersangka berjanji uang arisan lebaran bisa diambil menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Brosur itu berhasil menarik minat masyarakat, terbentuklah 20 kelompok arisan. Naas, setelah para ketua kelompok menyerahkan uang pada tersangka, ternyata uang itu hanya dipakai untuk pribadinya. Saat jatuh tempo pembagian uang arisan, tersangka melarikan diri.

Para pihak yang tergabung dalam arisan fiktif itu menagih pada para ketua kelompoknya masing-masing. Ketua kelompok yang terpojok kemudian mencari tersangka ke rumahnya. Akan tetapi tersangka sudah tidak ada dirumah, dan nomor telepon sudah tidak aktif lagi.

“Ternyata dia (pelaku) sudah kabur duluan bersama suami dan anaknya sejak 8 April 2021 lalu,” jelasnya salah satu korban dengan nada lemas. (mad).

  • Bagikan