Bali | JATIMONLINE.NET,- Persebaya Surabaya sukses merebut satu tiket tersisa menuju babak final Piala Presiden 2026. Kepastian tersebut dikantongi skuad Bajul Ijo setelah menaklukkan rival sekota, Arema FC, dengan skor tipis 1-0 dalam laga semifinal yang dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) malam.

Keberhasilan melaju ke partai puncak ini terasa sangat spesial bagi publik Surabaya. Ini merupakan kali kedua Persebaya menjejakkan kaki di final turnamen pramusim bergengsi ini, mengulang catatan manis mereka pada edisi 2019 silam. Di laga puncak nanti, Persebaya sudah dinantikan oleh Persib Bandung yang lebih dulu memastikan langkah usai mendepak Persija Jakarta.

Gol Dramatis Yuran Fernandes

Pertandingan semifinal bertaraf derbi sarat gengsi ini berjalan ketat sejak menit pertama. Meski kedua tim saling memperagakan tempo tinggi, lini pertahanan masing-masing kubu tampil cukup disiplin untuk meredam setiap peluang.

Kebuntuan akhirnya pecah menjelang paruh pertama berakhir. Memasuki menit ke-45+7 pada masa injury time, bek jangkung Yuran Fernandes muncul sebagai pahlawan lewat gol krusialnya. Memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan, sundulan atau sepakannya sukses merobek jala Arema FC sekaligus membawa Persebaya memimpin 1-0 hingga turun minum.

Duel Sengit di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, pelatih Persebaya langsung melakukan rotasi dengan memasukkan Reza Arya dan Ricky Pratama untuk menjaga stabilitas permainan. Keputusan tersebut membuat intensitas laga langsung melonjak drastis.

Tertinggal satu gol, Arema FC terpaksa keluar menyerang dan bermain jauh lebih agresif. Jual beli serangan pun tak terhindarkan dalam kurun waktu 10 menit awal babak kedua.

Persebaya nyaris memperlebar keunggulan pada menit ke-60 melalui tendangan bebas indah dari Jefferson Silva. Sayangnya, peluang emas tersebut kandas setelah kiper Arema, Adi Satryo, melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola keluar.

Kartu Merah dan Perlawanan Sengit 10 Pemain

Petaka menimpa kubu Singo Edan pada menit ke-67. Wasit Candra tak ragu mencabut kartu merah langsung dari kantongnya untuk bek Arema, Diego Landis, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap penyerang Persebaya, Miguel Pereira.

Bermain dengan 10 orang tak lantas membuat Arema mengendurkan tekanan. Justru sebaliknya, kebobolan jumlah pemain memicu motivasi Singo Edan untuk tampil habis-habisan di sisa waktu pertandingan. Masuknya beberapa tenaga baru dari bangku cadangan membuat lini serang Arema kian membahayakan pertahanan Persebaya memasuki 15 menit akhir.

Kendati mendapat gempuran bertubi-tubi dan dikurung di area pertahanan sendiri, lini belakang Persebaya tampil solid dan penuh konsentrasi. Keunggulan 1-0 tetap terjaga kokoh hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, sekaligus memastikan langkah heroik Persebaya ke partai final. (man).