Dari Istana ke Yayasan Dunia: Sri Mulyani Kini Masuk Lingkaran Bill Gates
Jakarta | JATIMONLINE.NET,- Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi sorotan publik setelah namanya resmi bergabung dengan Bill Gates Foundation. Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia itu kini menjadi bagian dari jajaran Dewan Pengurus yayasan filantropi milik miliarder Amerika Serikat, Bill Gates.
Sosok Sri Mulyani dikenal luas sebagai Menteri Keuangan yang pernah mengabdi di tiga era kepemimpinan presiden di Indonesia. Rekam jejak panjangnya di pemerintahan membuat namanya tak asing, baik di dalam maupun luar negeri.
Masuknya Sri Mulyani ke struktur pimpinan yayasan tersebut diumumkan langsung oleh Gates Foundation. Dalam pernyataannya, yayasan menilai kehadiran Sri Mulyani datang pada momentum penting. “Dr. Indrawati bergabung dengan Dewan Pengurus pada saat yang sangat penting dalam sejarah yayasan ini,” tulis Gates Foundation.
CEO sekaligus anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, Mark Suzman, menyebut pengalaman Sri Mulyani sebagai nilai tambah besar. Ia menilai Sri Mulyani memiliki rekam jejak kuat dalam merancang kebijakan ekonomi. “Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk kebijakan ekonomi yang adil,” kata Suzman.
Menurut Suzman, keahlian tersebut dinilai krusial untuk membantu yayasan mencapai target jangka panjangnya. Gates Foundation menilai kebijakan ekonomi yang adil menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan global.
Ia juga berharap kepemimpinan Sri Mulyani mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. “Kepemimpinannya akan membantu memastikan bahwa sumber daya kami terus digunakan untuk memperluas kesempatan, mempromosikan pertumbuhan ekonomi inklusif, dan meningkatkan hasil bagi masyarakat di seluruh dunia,” imbuh Suzman.
Di sisi lain, Sri Mulyani diketahui tak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan RI sejak September 2025 dan posisinya digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Pencopotan tersebut terjadi setelah Sri Mulyani beberapa kali mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto, yang diduga berkaitan dengan peristiwa penjarahan rumahnya saat aksi demonstrasi pada Agustus 2025. (ans/red).


Tinggalkan Balasan