Desa Suko, Sukodono, Sidoarjo Bentuk Kampung Tangguh Dalam Upaya Selamatkan Warga Dari Covid-19

  • Bagikan
Plt. Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin (depan mengenakan peci hitam baju safari lengan panjang), dalam launching Kampung Tangguh di Desa Suko, Kecamatan Sukodono

Sidoarjo,- Untuk menjadikan zona hijau sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo membentuk Kampung Tangguh. Hal itu dimaksudkan untuk menyelamatkan warga RW.02 khususnya dan warga Desa Suko umumnya dari Covid-19 karena sebelumnya sudah ada warga yang terpapar virus Covid-19.

Kerja keras tim membentuk Kampung Tangguh membuahkan hasil dengan launchingnya Desa Suko sebagai Kampung Tanguh oleh Plt. Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin. Selain itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, perwakilan Dandim Sidoarjo, perwakilan Kejari Sidoarjo dan Forkopimka Kecamatan Sukodono serta warga desa juga hadir dalam launching tersebut.

H. Abdul Madjid, S.H Ketua Kampung Tangguh Desa Suko menuturkan, terbentuknya Kampung Tangguh ini berawal dari adanya warga Desa yang terpapar Covid-19.

“Dalam masa PSBB pertama, ditemukan ada warga kami yang terpapar covid-19, atas dasar itulah akhirnya warga membentuk Kampung Tangguh,” tutur Abdul Madjid yang juga Ketua RW.02, pada Senin (20/07/2020).   

Ketua RW itu menambahkan, prestasi yang dicapai dalam penanganan Covid-19 yakni tiga orang PDP dinyatakan sembuh dua orang, sedangkan satu orang meninggal dunia. ODP 12 orang sembuh 9 orang dan saat ini isolasi mandiri 3 orang. 

Masih kata Madjid, Kampung Tangguh ini meliputi tangguh keamanan, ketahanan pangan dan tangguh kesehatan. Dirinya berharap warga tetap harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19, sehingga zona hijau tercapai, kata Madjid optimis. 

Sementara itu, Plt. Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin mengapresiasi atas kerja keras warga Desa Suko, Kecamatan Sukodono dalam penanganan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Patut diapresiasi karena dari terpapar banyak yang sudah sembuh. Masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Langkah promotif (woro-woro) preventif (pencegahan) kekompakan tetap dijaga. Dengan Kampung tangguh akan menfilter. Kami berharap semua desa akan menjadi Kampung Tangguh, kekompakan dan pemahaman masyarakat itu yang dibutuhkan.” pungkas sosok yang akrab dipanggil Cak Nur itu. (ries)

  • Bagikan