Dituduh Lecehkan Pasien Cantik, Dokter di Malang Buka Suara: Semua Fitnah!
Malang | JATIMONLINE.NET,- Dokter berinisial AY akhirnya angkat bicara setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua pasien wanita di Persada Hospital Malang. Melalui kuasa hukumnya, AY membantah keras semua tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah yang merusak nama baiknya sebagai tenaga medis.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (30/4/2025), kuasa hukum AY, Alwi Alu, menjelaskan bahwa tuduhan dari pasien berinisial QAR tidak berdasar. Menurutnya, pemeriksaan medis yang dilakukan pada September 2022 itu berlangsung sangat singkat, tidak lebih dari lima menit, dan dilakukan sesuai prosedur medis. “Tidak ada tindakan tak pantas, semua dilakukan secara profesional,” ujarnya.
Alwi juga menyebut bahwa saat kejadian, ada seorang pria yang diyakini sebagai keluarga pasien turut berada di ruangan. Ia menilai ini membuktikan bahwa tuduhan tersebut tak logis. Selain itu, pihaknya mengklaim dokter AY lebih dahulu melaporkan kasus ini ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik, bahkan sebelum QAR membuat laporan resmi.
Sementara itu, muncul korban kedua berinisial A (30) yang mengaku dilecehkan oleh AY di ruang IGD Persada Hospital pada 2023. Laporan ini semakin memperkuat sorotan publik, namun Alwi menyatakan bahwa kliennya siap membuka semua bukti, termasuk rekaman CCTV, untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah.
Status kepegawaian dokter AY juga menjadi sorotan. Alwi membantah bahwa AY dipecat, dan menjelaskan bahwa kliennya hanya dinonaktifkan sementara untuk fokus pada proses hukum. “Klien kami bahkan sudah mengajukan pengunduran diri secara sukarela,” ungkapnya.
Namun, pernyataan ini bertentangan dengan keterangan resmi pihak rumah sakit. Dalam unggahan Instagram, Persada Hospital menyatakan dokter AY telah diberhentikan dan tidak lagi bertugas. Mereka juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan menegaskan komitmen menjaga etika dalam pelayanan kesehatan.
Kini, kasus ini dalam penyelidikan Polresta Malang Kota. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan terus mengembangkan informasi dari kedua laporan korban. Sementara publik menanti kejelasan, pihak dokter AY bersikukuh bahwa ini adalah kampanye pencemaran nama baik. (man).


Tinggalkan Balasan