H. Khulaim Sebut Loman Sebagai Ciri-Ciri Orang Beriman

  • Bagikan

Dalam Pembagian Bingkisan Di Desa Candi, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo

H. Muh. Khulaim Junaidi, anggota FPAN DPRD Jatim Saat berikan kultum didepan warga Candi Sayangan, Candi, Sidoarjo

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Bak seorang Ulama, H. Muh. Khulaim Junaidi, SP, MM, anggota DPRD Jatim FPAN menyampaikan tausiyah di depan konstituennya di Desa Candi Sayangan, Candi, Sidoarjo, dengan mungutip ayat Al Qur’an dengan fasih. Sambutan H. Khulaim, panggilan akrab anggota dewan asal Banjar Kemuning, Sedati ini, memang berbeda dari hari – hari biasanya.

H. Khulaim menuturkan, ciri-ciri orang yang beriman itu sesuai dalam Al Qur’an walladzina yunfikuna fissaro’i wadlorro’i, mau menyisihkan sebagian hartanya, baik dalam keadaan sepi maupun dalam keadaan longgar, dalam keadaan dapat rejeki banyak maupun dalam keadaan dapat rejeki sedikit.

“Nah, ciri- ciri orang beriman yang berupa Loman itu sering terjadi di bulan romadhon. Itu banyak kita jumpai banyak orang bersedekah di bulan romadhon. Seperti di Sidoarjo banyak orang membagikan takjil, nasi untuk berbuka dan banyak lagi. Dan itu tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang berkecukupan rejeki yang baik. Bahkan orang- orang yang penghasilannya pas – pasan bisa melakukan sedekah dengan mudahnya di bulan ramadhan,” tutur H. Khulaim.

Foto kegiatan tim H. Khulaim saat membagikan ribuan bingkisan sembako ke warga masyarakat Sidoarjo

Ciri orang yang beriman yang kedua adalah Walkadziminal ghoidlo, mampu menahan amarah. Amalan menahan marah ini, lanjut H. Khulaim, juga sering dijumpai dibulan ramadhan ini. “Orang pas berpuasa memang disyaratkan harus mampu menawan amarah,” tuturnya.

Sedang ciri yang ketiga adalah wal’afina ‘aninnas, memberikan maaf atau saling memaafkan kepada manusia. “Dalam hal ini halal bi halal. Saling maaf memaafkan. Dan itu biasanya sering kita jumpai di hari raya idul Fitri,” urainya.

Tiga ciri-ciri dari orang beriman tersebut, kata H. Khulaim, kenapa kok gampang kita jumpai di bulan romadhon. “Itu artinya, di bulan romadhon ini, kita orang Islam dilatih untuk berbuat kebaikan, baik itu Loman, menahan marah atau tidak mudah marah dan mudah memaafkan atas kesalahan saudara – saudara kita sesama muslim maupun sesama manusia. Sehingga, dilain waktu, atau sebelas bulan selain bulan romadhon, kita diharapkan juga terbiasa untuk berbuat baik seperti yang dilatih di bulan romadhon ini,” tutur H. Khulaim.

Seperti diketahui, pada bulan romadhon ini, H. Khulaim membagikan ribuan sembako kepada warga masyarakat Sidoarjo yang menjadi basis konstituennya.

Sembako- sembako itu diberikan H. Khulaim sebagai panggilan nuraninya untuk berbagi di bulan yang penuh berkah ini. “Soal isinya, satu paket sembako ya macam-macam. Ada beras, minyak dan gula. Ada juga beras dan roti. Yang pasti untuk satu paket bingkisan sembako bisa dipastikan ada berasnya. Yang menarik adalah berasnya ada gambar PAN. Jadi selama Ramadhan ini ada ribuan beras bergambar PAN beredar di seluruh pelosok Sidoarjo.

H. Khulaim menambahkan, soal pembagian semnako itu tidak selalu ia ikut turun ke lapangan ikut membagikan. “Ya kalau saya selalu ikut ya tidak mampu mas, Karena saking banyaknya. Ya kalau pas ke tempatnya tokoh gitu saya hadir disitu sebagai penghormatan,” tambahnya.

Saya juga menerima request apabila ada permintaan di lapangan apabila diperkirakan ada yang dianggap perlu untuk diberikan lagi bingkisan sembakonya. “Yang jelas, pembagian sembako itu disebar secara merata hingga ke pelosok desa di Kabupaten Sidoarjo. Setiap desa bisa ada 10 sampai 20 paket sembako,” ujarnya. (mnr).

  • Bagikan