Bondowoso | JATIMONLINE.NET,- Inovasi mengejutkan datang dari para pelajar SMKN 3 Bondowoso. Mereka berhasil mengubah sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik ramah lingkungan yang diberi nama TERMOS (Technology Electric Motor System).

Kepala sekolah Daris Wibisono menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kreativitas siswa dalam memodifikasi motor konvensional menjadi kendaraan listrik.

Proses pembuatan dimulai dari pembongkaran bagian utama motor berbahan bakar minyak, khususnya pada sistem bahan bakar. Komponen tersebut kemudian diganti dengan motor penggerak listrik jenis BLDC (Brushless Direct Current) serta baterai sebagai sumber tenaga.

Dengan perubahan tersebut, motor tidak lagi menghasilkan emisi gas buang sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, sistem yang dirancang memungkinkan pengendara mengatur performa kendaraan sesuai kebutuhan.

“Motor ini bisa diatur kecepatannya, bahkan bisa berjalan mundur,” jelas Daris, Rabu (1/4/2026).

Motor listrik TERMOS dilengkapi tiga mode pengaturan kecepatan yang bisa disesuaikan oleh pengguna. Untuk pengisian daya, baterai hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam dengan daya 1,5 kW.

Dalam sekali pengisian penuh, kendaraan ini mampu menempuh jarak sekitar 50 hingga 65 kilometer, dengan kecepatan rata-rata 60–70 km/jam.

Bupati Ikut Menjajal

Keberhasilan ini menarik perhatian Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid. Ia bahkan mengundang para siswa ke pendopo daerah untuk melihat langsung inovasi tersebut.

Pada Selasa (31/3/2026), Bupati tidak hanya melihat, tetapi juga langsung mencoba motor listrik buatan para pelajar tersebut dengan mengelilingi area pendopo.

Ia mengaku terkesan dengan hasil karya tersebut dan menilai inovasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan di masa depan, terutama dalam mendukung teknologi ramah lingkungan.

“Saya sangat kagum dengan inovasi ini,” ujarnya.

Bupati juga berharap pihak sekolah terus mengembangkan proyek tersebut agar bisa menjadi produk yang lebih matang dan mampu bersaing di era industri hijau.

Inovasi TERMOS ini menjadi bukti bahwa pelajar daerah memiliki kemampuan untuk menciptakan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan, sekaligus membuka peluang pengembangan energi bersih di Indonesia. (nam).