Malang Raya Akan Segera Terapkan PSBB, Bentuk PSBB Akan Berbeda Dari Daerah Lain

  • Bagikan
Tiga Kepala Daerah Malang Raya, setelah rapat pengajuan PSBB di kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Jawa Timur Malang Selasa (28/4/2020) malam. (Foto: Istimewa).

Malang,- Seperti diberitakan sebelumnya, Malang Raya yang meliputi tiga wilayah, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu telah resmi mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Kementrian Kesehatan.

Tiga Kepala Daerah di Malang Raya yaitu Wali Kota Malang, Sutiaji, Wali Kota Batu, Dewanti Edi Rupoko, dan Bupati Malang, HM Sanusi telah bersepakat untuk mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya.

Kesepatakatan dimaksud dibuat setelah ketiganya mengadakan rapat koordinasi di kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Jawa Timur Malang pada Selasa (28/4/2020) malam.

Kabar terbaru, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah selesai melakukan skoring untuk kelayakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Malang. Hasilnya dari skoring itu, Kabupaten Malang mendapatkan skor 10 dengan mempertimbangkan tingkat penyebaran virus dan tingkat peningkatan pasien.

“Skoring kelayakan penerapan PSBB untuk Kabupaten Malang sudah selesai. Jumlah Skor 10 dan sudah disampaikan Kepala Dinas Kominfo kalau Kabupaten Malang sudah memenuhi,” kata Sanusi pada Kamis (30/04/2020) Siang.

Akan tetapi draft PSBB itu masih belum sampai di meja Gubernur Jatim. Karena ada persoalan administrasi yang harus dilalui.

“Yang pasti, akan segera diajukan kalau semua sudah siap, sangat mungkin Minggu ini diajukan,” tambahnya.

Selain persiapan yang harus lebih datangkan, Sanusi juga menjelaskan jika PSBB di Malang akan berbeda dari daerah lain yang lebih dulu melaksanakan PSBB.

“Tidak bisa kita se-Malang Raya ini kalau harus ditutup, jadi masih tetap dibuka. Tapi di batas-batas kota di Blitar atau Lawang kita tutup total. Antar kota di Malang Raya ini kan saling terkait, ada orang kota bekerja di Kabupaten, begitupun sebaliknya, nah hal seperti itu yang tidak bisa kita hentikan,” jelasnya.

Sanusi mengaku optimis masyarakat tidak akan bandel dan melanggar pada peraturan terkait PSBB.

“Belajar pada larangan mudik yang sudah kita sampaikan dan masyarakat tidak bandel. Malah kemarin beberapa mobil yang akan masuk mudik ke Malang kita kembalikan,” tutupnya. (san).

  • Bagikan