Megawati Hangestri Pilih Vietnam Usai Sukses di Proliga 2025, Tolak Tawaran Liga Amerika dan Eropa
Jakarta | JATIMONLINE.NET,- Atlet voli putri Indonesia, Megawati Hangestri (22), memutuskan melanjutkan kariernya ke liga voli Vietnam setelah menyelesaikan musim bersama Gresik Petrokimia di Proliga 2025.
Keputusan ini mengejutkan publik karena Megawati diketahui telah menerima tawaran dari klub liga Amerika Serikat dan Eropa, termasuk ajakan sahabatnya, Giovanna Milana, untuk bergabung di liga Negeri Paman Sam. Namun, Megawati memilih Vietnam sebagai tantangan baru setelah membantu timnya meraih gelar juara Proliga 2025.
Megawati, yang dijuluki Megatron karena performanya yang menggila di lapangan, menjadi salah satu bintang utama Gresik Petrokimia sejak musim lalu. Kontribusinya sebagai spiker utama membawa tim asal Jawa Timur tersebut menjuarai Proliga 2025 dengan rekor kemenangan terbanyak. Sebelumnya, ia juga pernah bermain di liga Korea Selatan bersama Korean Air Danons, menjadi pemain Asia Tenggara pertama yang mendapat kontrak profesional di sana.
Menurut sumber internal tim, Giovanna Milana, rekan satu tim nasional yang kini bermain di liga Amerika Serikat, sempat mengajak Megawati bergabung ke klub asal California.
“Gio bilang mereka butuh spiker kuat untuk musim depan. Tapi saya masih butuh waktu untuk memutuskan,” kata Megawati saat konferensi pers usai penutupan Proliga 2025. Namun, hingga batas waktu transfer, Megawati justru memilih klub asal Vietnam tanpa menyebutkan alasan detail.
PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) menghargai keputusan Megawati sebagai bagian dari pengembangan karier individu. Wakil Ketua PBVSI, Arya Sinulingga, menyatakan, “Vietnam punya kompetisi voli yang berkembang pesat. Ini bisa menjadi pengalaman penting untuk memperluas wawasan teknis dan strategi.” Ia menambahkan, langkah Megawati sejalan dengan strategi nasional untuk mempersiapkan atlet muda menghadapi SEA Games 2026 dan Asian Games 2027.
Keputusan ini menuai reaksi beragam dari penggemar. Sebagian besar netizen di media sosial menyambut positif langkah Megawati, meski ada pula yang mempertanyakan mengapa ia tidak memilih liga dengan level kompetitif lebih tinggi. Akun @volifans_id menulis, “Vietnam? Padahal bisa ke Amerika atau Italia. Apa ini langkah mundur?” Sementara itu, akun @indovoli menegaskan, “Setiap negara punya peluang. Semoga jadi batu loncatan ke liga top dunia!”
Dari sisi teknis, liga voli Vietnam dinilai sedang naik daun. Klub seperti LPBank Ninh Binh dan Truong Tuoi Binh Dinh mulai merekrut pemain asing dari Asia dan Eropa. Pelatih kepala timnas voli putri Vietnam, Tran Anh Tuan, menyambut antusias kedatangan Megawati.
“Dia punya servis dan smash yang sangat kuat. Kehadirannya akan meningkatkan kualitas liga kami,” ujarnya dalam wawancara dengan media lokal.
Megawati sendiri menegaskan bahwa pilihan ke Vietnam bukan karena tekanan finansial atau kurangnya minat dari klub luar negeri.
“Saya ingin mencoba sesuatu yang baru. Vietnam punya budaya dan tantangan berbeda. Saya percaya ini langkah tepat untuk perkembangan saya sebagai atlet,” katanya dalam unggahan Instagram pribadinya.
Langkah Megawati ini menjadi sorotan, sebagai contoh atlet muda Indonesia yang memilih jalur non-konvensional. Sebelumnya, kebanyakan pemain voli nasional lebih fokus pada liga domestik atau liga Asia seperti Korea dan Thailand.
Kini, dengan membuka jalan ke Vietnam, Megawati membuka peluang bagi atlet lain untuk menjelajahi pasar voli yang belum eksploratif. Apakah pilihannya ini akan membawa dampak jangka panjang bagi prestasi voli putri Indonesia? Waktu yang akan membuktikan. (rin/ani).


Tinggalkan Balasan