Mesin Kapal Mendadak Mati, Petir Menyambar Brutal di Pantai Situbondo: Nelayan Tewas di Tempat
Situbondo | JATIMONLINE.NET,- Upaya melaut berubah menjadi tragedi di pesisir Situbondo. Tiga nelayan asal Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, menjadi korban sambaran petir saat memperbaiki mesin kapal pada Jumat malam (6/2/2026). Peristiwa itu merenggut satu nyawa dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban lainnya.
Kejadian bermula sekitar pukul 19.15 WIB. Sebanyak 11 nelayan bersiap berangkat melaut dari kawasan pantai dekat tempat pelelangan ikan desa setempat menggunakan kapal motor bernama Mutiara. Namun rencana tersebut tertunda setelah mesin kapal mendadak tidak bisa dihidupkan sesaat sebelum berangkat.
Tiga nelayan, yakni Moh Lutfi Ansori (23), Santoso, dan Wafed, kemudian turun tangan untuk mengecek dan memperbaiki mesin yang bermasalah. Di saat bersamaan, cuaca di sekitar lokasi berubah drastis. Hujan deras turun disertai kilatan petir yang semakin intens.
Tanpa peringatan panjang, petir menyambar area sekitar kapal. Dentuman keras terdengar dan membuat ketiga nelayan yang berada paling dekat dengan mesin terpental. Moh Lutfi Ansori meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Wafed mengalami luka bakar. Santoso dinyatakan selamat, meski dalam kondisi syok.
Kapolsek Panarukan AKP Harsono membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa sambaran petir terjadi secara tiba-tiba saat korban masih berupaya menyalakan mesin kapal. “Saat hujan lebat disertai petir, tiba-tiba sambaran mengenai lokasi kapal. Tiga orang terpental, satu meninggal dunia, satu luka, dan satu lainnya selamat,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Jenazah korban meninggal telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan pada hari yang sama. Sementara dua korban lainnya dilaporkan masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Polisi mengimbau nelayan untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, khususnya saat beraktivitas di area terbuka pada malam hari. (sir/ris).


Tinggalkan Balasan