Antisipasi Hujan Disertai Angin, BPBD Probolinggo Pangkas Pohon Rawan Tumbang di Tepi Jalan

  • Bagikan
Personel BPBD Kabupaten Probolinggo memangkas pohon di ruas jalan Gending.

Probolinggo | JATIMONLINE.NET,- Diperkirakan mulai bulan November beberapa wilayah di Indonesia akan memasuki musim hujan.

Dalam rangka mengantisipasi datangnya musim hujan disertai angin kencang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mulai memangkas pohon yang rawan tumbang. Terutama pohon yang berada di ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi.

Menurut Zaenal Ansori, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Probolinggo mengatakan, pemangkasan pohon rawan tumbang merupakan upaya pencegahan. Tumbangnya pohon akan membahayakan pengguna jalan.

“BPBD sebelumnya telah melakukan survei pohon-pohoon yang sudah keropos dan membahayakan di jalan. Jika dibiarkan berpotensi tumbang dan membahayakan pengendara,” jelasnya.

Menurutnya ini sebagai bentuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap curah hujan meningkat di akhir tahun dampak dari La Nina. Yang perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang dan badai tropis atau puting beliung.

Cuaca ekstrem pada peralihan musim di Oktober ini akan terjadi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Sulawesi Selatan. Wilayah ini sedang mengalami periode transisi atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan. “Sebagai bentuk mitigasi risiko bencana, semakin disiapkan tentu akan menekan risiko yang dapat ditimbulkan,” tambahnya.

BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebagai pihak yang memiliki sarana pendukung untuk melakukan pemangkasan pohon. Zainal menekankan upaya yang dilakukan oleh BPBD sifatnya hanya melakukan pemangkasan pada cabang maupun ranting pohon. Jika sampai pada bagian bawah pohon atau batang, adalah kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo.

“Ruas jalan yang sudah dipetakan dan dipangkas meliputi wilayah Tongas, Gending, Banyuanyar dan Maron. Tidak menutup kemungkinan wilayah lain akan dilakukan upaya yang sama,” tutupnya. (rin/cntr).

  • Bagikan