Banyak Keluhan Motor Bermasalah Usai Isi Pertalite dan Pertamax, Pertamina: Segera Laporkan!
Surabaya | JATIMONLINE.NET,- Keluhan pengguna bahan bakar minyak (BBM) kian meluas. Tak hanya pengguna Pertalite, kini pemotor yang menggunakan Pertamax juga mengaku motornya mendadak mbrebet dan bahkan mati setelah mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina.
Salah satunya dialami Indah, warga Surabaya. Motor Beat keluaran 2025 miliknya tiba-tiba bermasalah setelah ia mengisi Pertamax di SPBU kawasan Ngagel pada Senin pagi (27/10/2025).
“Tiba-tiba mbrebet, mati. Ini pertama kalinya motor saya begini,” ujar Indah saat ditemui di salah satu bengkel di Surabaya.
Menurutnya, motor yang baru beberapa bulan ia beli itu selama ini selalu menggunakan Pertamax dan tak pernah bermasalah. Namun kali ini, motor terasa tersendat siang hari dan tiba-tiba mati pada malam hari.
“Kalau gasnya dilepas langsung mati. Padahal biasanya lancar-lancar saja,” katanya heran.
Karena panik, Dewi langsung membawa motornya ke bengkel umum. Di sana, mekanik bernama Anton mengaku sudah banyak menemui kasus serupa.
“Hari ini saja sudah delapan motor yang datang gara-gara mbrebet. Tujuh pakai Pertalite, satu pakai Pertamax,” ungkapnya.
Anton menuturkan, upaya mengganti bensin pun tidak banyak membantu. Beberapa motor tetap mbrebet meski sudah diisi ulang dengan bahan bakar dari SPBU berbeda.
Fenomena ini membuat para mekanik bingung. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah motor yang bermasalah usai mengisi BBM meningkat drastis.
“Biasanya sehari paling dua atau tiga motor yang datang karena mesin brebet. Sekarang hampir tiap jam ada,” kata Anton.
Menanggapi banyaknya keluhan ini, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus meminta masyarakat yang mengalami masalah serupa agar segera melapor ke SPBU tempat pengisian atau melalui Pertamina Call Center 135.
Menurut Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, pelaporan penting untuk pendataan dan pelacakan distribusi BBM.
“Kalau ada kendaraan bermasalah setelah isi BBM, segera kembali ke SPBU-nya. Catat waktu, jenis BBM, jumlah liter, dan simpan nota transaksi. Data itu akan kami gunakan untuk penelusuran,” jelas Ahad.
Ahad menambahkan, pihaknya akan memeriksa jalur distribusi BBM dari terminal hingga mobil tangki yang mengirim ke SPBU terkait.
“Dari data itu kami bisa lacak pengiriman dari terminal mana dan kendaraan tangki mana yang membawa BBM tersebut,” ujarnya.
Sejauh ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti gangguan mesin tersebut. Namun keluhan pengguna yang terus bertambah, baik dari pengguna Pertalite maupun Pertamax, membuat banyak warga khawatir mengisi BBM di SPBU Pertamina. (man).


Tinggalkan Balasan