Jadikan BHS Sebagai Pelindung PAKASA, Berharap Dapat Melestarikan Kesenian & Budaya Jawa Di Sidoarjo

  • Bagikan
Pengurus PAKASA (Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta Wilayah Sidoarjo) bersama penari Sanggar Tari & Modelling Rizki Budoyo Jawa Timur di Kantor BHS

Sidoarjo | JATIMONLINE.NET,- Rizky Budoyo Sebagai penari dan pelestari budaya jawa di Jawa Timur, nama Risky Niswarani Utamu, S.Sn sudah sangat dikenal. Rizky, demikian panggilan akrabnya juga dikenal sebagai pembina tari & modelling didalam sanggar tari Rizky Budoyo Jawa Timur.

Bunda Rizky mempunyai siswa binaan sekitar 500 anak yang tersebar hampir diseluruh wilayah Sidoarjo. Banyak event besar di Jawa Timur yang telah dilaluinya, sebagai kesenian tari dan budaya jawa. Dalam rangka untuk memperkenalkan produk lokal kebanggaan Sidoarjo, batik Sidoarjo, Rizky bahkan menciptakan tari Batik Putri Jenggala.

Bunda Rizky juga menciptakan Tari Yuk Kupang Sidoarjo. Meski dalam beberapa tahun kebelakang, Pemda Sidoarjo masih belum mengapresiasi karya Bunda Rizky ini, namun Tari Batik Putri Jenggolo dan Tari Yuk Kupang ini pernah diapresiasi oleh Bupati Lamongan, yang ditampilkannya dalam event besar di Kabupaten Lamongan.

Dalam kunjungannya ke Kantor BHS (Bambang Haryo Sukartono) Calon Bupati Sidoarjo kemarin, Senin, 14 September 2020 adalah dalam rangka untuk melakukan shooting Tari Batik Putri Jenggala dan Tari Yuk Kupang Sidoarjo, yang di prakarsai oleh PAKASA.

PAKASA adalah Paguyuban kawulo Keraton Surakarta Wilayah Sidoarjo. Sebagai Ketuanya adalah Rizky Warani Utami, Sekretaris Sri Lestari. Dan sebagai pelindung adalah BHS.

Dipilihnya BHS sebagai pelindung di PAKASA, menurut Rizky, karena selama ini BHS dianggap peduli dengan kelestarian Kesenian di Sidoarjo.

“Pak BHS itu beberapa kali berkunjung ke sanggar saya. Pak BHS itu orangnya peduli dengan kesenian yang ada di Sidoarjo. Pak BHS itu tahu sanggar Rizky Budoyo Jatim karena mengetahui prestasi saya dibidang kesenian di Jawa Timur. Soal kesenian, Pak BHS itu visinya sama dengan kami. Kesenian itu disamping harus dilestarikan, karya karya seni tari itu harus diapresiasi karena juga bermanfaat untuk memperkenalkan produk produk kebanggan Sidoarjo,” terang Rizky.

Sebagai seniman dibidang tari, nama sanggar Rizky Budoyo Jatim bisa dibilang bukan kemarin sore. Didirikan tahun 1978, Sanggar Tari Rizky Budoyo Jatim bahkan menelorkan banyak seniman besar. “Maya Estianti dan Ita Purnama sari artis terkenal itu, bahkan pernah menjadi anggota Sanggar Rizky Budoyo Jatim. Waktu itu yang membina adalah ibu saya,” jelas Rizky.

Tari Yuk Kupang Sidoarjo yang sedang proses syuting di Kantornya BHS di Sidoarjo

Dengan BHS Ketemu Nasab Mangkunagaran, Keturunan Sultan Agung Mataram

Perihal dimasukkannya nama BHS sebagai pelindung di PAKASA bukanlah secara kebetulan. Atau asal asalan sekedar menyongsong momentum pilkada. Sebagai organisasi yang kepengurusan dan anggotanya dari sentono dalem dan keturunan trah mataram, memilih BHS sebagai pelindung adalah tepat.

Rizky menuturkan, bahwa dirinya dengan BHS itu ada keturunan nasab dari Mangkunagaran. Rizky mengetahui hal itu saat BHS melakunan kunjungan ke sanggar tari Rizky Budoyo Jatim di Perumahan Candi Mas , Ngampelsari, Candi, Sidoarjo.

“Eyang Pak BHS itu sama dengan eyang saya, Soedibyo Sastrokusumo. Sudibyo Sastrokusumo itu masih keturunan Panembahan Senopati generasi ke 3. Dari MN I – Bendono Pangeran Adipati Aryo, putra mantu MN BPAA Surohadimenggolo V atau lebih dikenal dengan nama Sunan Terboyo,” terang Rizky.

PAKASA, kata Rizky adalah organisasi yang bergerak dibidang pelestarian adat dan budaya. Bisa wayangan, ruwatan, nyadran dan napak tilas.

Sementara itu, Sri Lestari, Sekretaris PAKASA menuturkan, direkrutnya dirinya sebagai Sekretaris PAKASA karena ketua PAKASA Rizky Niswarani Utami mengetahui profil Sri Lestari sebagai pegiat kesenian, juga masih keluarga besar keturunan mataram. (mnr).

  • Bagikan