Maju Pesat, Q5 Steak & Bowl Buka Cabang ke 14 Di Bumi Marmer Tulungagung

  • Bagikan
H. Mohammad Ali (akrab disapa Gus Ali) bersama KH. Hamim Badruz Zaman, mantan Ketua PCNU Tulungagung, salah satu investor Q5 Steak di Tulungagung

Tulungagung | JATIMONLINE.NET,- Selang beberapa minggu setelah pembukaan Q5 Steak & Bowl di Kota Mojokerto dan Lumajang, kini Q5 Steak buka lagi cabang yang ke 14 di Bumi Marmer, Tulungagung.

Dalam beberapa kesempatan berbincang santai dengan Owner Q5 Steak & Bowl, H. Mohammad Ali yang akrab disapa Gus Ali, menuturkan, dalam periode penghujung tahun 2021 ini, Q5 Steak akan membuka cabangnya di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, per satu minggunya 1 cabang.

Setelah cabang ke-14 di Tulungagung ini, segera menyusul Q5 Steak di Jombang, Krian Sidoarjo, Bangil, Pasuruan dan Kota Pasuruan. Bisnis Resto berbasis steak yang dikelola Gus Ali ini recordnya melejit bak meteor. Beberapa kolega maupun pegawai Q5 Steak yang penulis temui, rata-rata berdecak kagum melihat kemajuan usaha Resto yang berbasis waralaba ini. “Gus Ali itu kadung nemu jalan. Bisnisnya luar biasa lancar,” ujar salah satu kolega Gus Ali.

Suasana Soft Opening Q5 Steak di Tulungagung, Jln Teuku Umur No 9, Mie 555, baratnya Mie 555.

Hadir dalam acara Soft Opening tersebut, para tamu undangan, kolega Gus Ali, para investor juga para kiai. “Terima kasih kami sampaikan, para kiai yang hadir diacara Soft Opening Q5 Steak. Diantaranya KH. Hamim Badruz Zaman, KH. Dimyati, Gus Suadi, KH. Maimun, KH. Amin, Gus Adib, KH. Imam Mawardi dan Gus Adi, yang memberikan support dan dukungan,” terang Gus Ali.

“Alhamdulillah, Q5 Steak & Bowl membuka lagi cabangnya yang ke 14, di Bumi Marmer, Tulungagung. Usaha atas dukungan para kiai dan habaib. Serta dukungan para investor sehingga kami bisa membuka cabang yang baru lagi,” ujar Gus Ali.

Q5 Steak cabang ke 14 di Tulungagung ini didukung oleh para Owner dan investor lokal Tulungagung. “Ini adalah kolaborasi yang baik. Dan mudah mudahan usaha dengan model bisnis berjama’ah ini, kami akan tetap survive. Dan kami akan tetap menggalang dukungan hingga usaha ini menjadi ekonomi mandiri di Jawa Timur,” ujar Gus Ali.

  • Bagikan