Point Of Center Jadi Strategi Kembangkan Sayap Q5 Steak Hingga Ke “Pelosok” Jatim

  • Bagikan
H. Mohammad Ali (akrab disapa Gus Ali) bersama tim Q5 Steak saat di Q5 Steak Cabang ke 13, Lumajang, Jawa Timur

Lumajang | JATIMONLINE.NET,- Obsesi H. Mohammad Ali, Owner Q5 Steak untuk mendirikan cabang Q5 Steak di setiap Kabupaten/Kota di Jawa Timur bukanlah isapan jempol belaka.

Pemilik Q5 Steak yang akrab disapa Gus Ali ini merencanakan membuka setiap cabang Q5 Steak di Kabupaten/Kota di Jatim ini dengan perencanaan yang matang dan terukur.

Steak, bagi Gus Ali, adalah jenis kuliner yang sudah sangat familiar dihati masyarakat, meskipun dipelosok Kabupaten/Kota di Jatim. Menurutnya, mengenalkan kuliner Q5 Steak dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat hingga dilevel bawah, bukanlah suatu kendala.

Suasana pembukaan Q5 Steak cabang ke 13, di Lumajang, Jawa Timur

“Menurut saya Steak itu sudah sangat familiar ditelinga masyarakat. Meski dipelosok kota, masyarakay sudah pada mengenal makanan steak. cuma mungkin belum pernah merasakan secara langsung. Kan di televisi seperti acaranya Chef Juna sudah sangat sering mengenalkan steak di masyarakat. Nama steak itu sudah sangat dikenal masyarakat. Nah dengan adanya Q5 Steak yang didirikan di “pelosok” kota di Jatim ini, mereka tinggal menikmatinya secara langaung,” terang Gus Ali.

Meskipun begitu, dalam menghitung daya beli masyarakat, Gus Ali tidak gegabah. Meski cabang ke 13 Q5 Steak di Lumajang itu tergolong kota kecil, namun Gus Ali memilih strategi membidik pasar konsumen Q5 Steak, menempati lokasi di jantung kota.

Q5 Steak di Lumajang ini lokasinya sangat strategis, tepatnya dijantung kota, di depan Alun – Alun Lumajang. Menempati Kafe Bui. Smentara disebelahnya, kantor PCNU Kabupaten Lumajang.

Gus Ali, bersama Crew Q5 Steak saat foto bersama di Gerai Q5 Steak Lumajang. Lokasi depan Alun- Alun Lumajang.

“Meski Lumajang adalah kota kecil, dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang relatif lebih rendah jika dibanding misalnya Sidoarjo, Surabaya maupun Mojokerto. Atau dengan daya beli masyarakat yang tentu saja kalah jika dibandingkan dengan misalkan Sidoarjo atau Surabaya, karena itu lokasi Q5 Steak harus ada di jantung kota. Jadi Point Of Centernya itu ya dijantung kotanya itu. itu adalah strategi untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar Gus Ali.

Untuk Q5 Steak cabang Lumajang ini hanya ditangani dua orang investor lokal Lumajang. Sementara investor yang dari Sidoarjo, kata Gus Ali, tidak ikut investasi karena kejauhan. Mobiltasnya kesulitan.

Dipilihnya Lumajang sebagai cabang Q5 Steak yang ke 13, kata Gus Ali, alasannya karena Lumajang lebih siap terlebih dahulu dan menempati lokasi yang strategis, dijantung kota. Lumajang, bagi Gus Ali, bisa menjadi penyangga untuk mengembangkan Q5 Steak di daerah tapal kuda.

“Setelah Lumajang ini nanti geser Probolinggo, setelah itu Pasuruan, terus Jember, Bondowoso hingga Banyuwangi,” ujar Gus Ali.

Dalam kurun waktu tahun 2021 ini, Gus Ali menargetkan berdiri cabang Q5 Steak di setiap Kabupaten/ Kota di Jatim. “Saat ini dalam 1 bulan, Q5 Steak akan membuka 4 cabang sekaligus. Setelah Lumajang ini, yang sudah siap adalah Tulungagung,” pungkas Gus Ali. (mnr).

  • Bagikan