Uang Ratusan Miliar Tiba-Tiba Digelontorkan Khofifah! Siapa yang Dapat dan Apa Saja Isinya Bikin Kaget!
Surabaya | JATIMONLINE.NET,- Di momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuat gebrakan mengejutkan dengan mengucurkan dana pendidikan jumbo senilai lebih dari Rp126 miliar. Dana ini digelontorkan sebagai bagian dari komitmen Pemprov Jatim untuk memajukan kualitas pendidikan sekaligus menjawab tantangan akses pendidikan yang merata.
Paket kebijakan pendidikan ini menyasar sejumlah program strategis, salah satunya adalah pembangunan serta perbaikan total 159 sekolah menengah atas, kejuruan, dan luar biasa di berbagai penjuru Jawa Timur. Total anggaran yang disiapkan untuk sektor ini saja mencapai lebih dari Rp100 miliar, menunjukkan fokus pemerintah pada infrastruktur pendidikan yang layak.
Tak berhenti di situ, ada kabar menggembirakan bagi keluarga prasejahtera. Pemerintah menyiapkan bantuan langsung tunai sebesar Rp1 juta untuk siswa yang gagal masuk sekolah negeri dan belum pernah mendapat bantuan pemerintah. Tiap daerah mendapat kuota 150 siswa, dengan total anggaran bantuan lebih dari Rp5,7 miliar.
Guna menyiapkan lulusan SMK yang siap kerja, Khofifah juga membekali 152 SMK dengan alat praktik canggih senilai hampir Rp20 miliar. Tak ketinggalan, satu SLB juga kebagian bantuan demi memperluas keterampilan siswa berkebutuhan khusus di dunia kerja yang makin kompetitif.
Menariknya, program baru bertajuk “1 Sekolah 1 Inovasi” juga diluncurkan. Targetnya ambisius—lebih dari 4.000 inovasi dari seluruh SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur bakal digodok dan ditampilkan sepanjang tahun ini. Program ini diharapkan memicu kreativitas dan daya saing siswa sejak dini.
Dalam langkah cerdas yang tak banyak disorot media, Pemprov Jatim juga menjalin kerja sama dengan ITS untuk menyisipkan materi Artificial Intelligence (AI) ke dalam pembelajaran. Upaya ini dinilai strategis untuk mencetak generasi yang siap bersaing di era teknologi.
Khofifah menegaskan, perhatian terhadap sekolah swasta tak kalah penting. Karena daya tampung sekolah negeri hanya mencakup sekitar sepertiga siswa lulusan SMP, kolaborasi dengan sekolah swasta dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk memastikan pendidikan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Dengan rangkaian program ini, Jawa Timur bukan hanya memperingati Hardiknas secara simbolis, tapi benar-benar mengubah wajah pendidikan daerah. Tak heran jika langkah Khofifah ini menuai banyak pujian sekaligus rasa penasaran: bagaimana realisasinya nanti di lapangan? (man).


Tinggalkan Balasan